Yuuhu.info, Beberapa hari jelang bulan suci Ramadan 1434 Hijriyah, petugas Satpol PP
dan Dinas Sosial Kota Surabaya, Jawa Timur melakukan pendataan di
seluruh lokalisasi yang ada di Kota Pahlawan. Salah satu yang didata
adalah Gang Dolly, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.
Di Gang
Dolly, Satpol PP dan Dinas Sosial yang didampingi beberapa petugas dari
Kecamatan Sawahan mendata satu-persatu penghuni seluruh wisma yang ada
di komplek prostitusi yang berdiri sejak zaman Belanda tersebut.
"Ini
bukan operasi yustisia, tapi untuk pendataan pasca-Ramadan.
Kekhawatiran kami, nanti setelah Ramadan, jumlah penghuni-nya malah
bertambah," terang Camat Sawahan, Muslich Hariadi, Sabtu (6/7).
Namun
di lokalisasi Gang Dolly ini, petugas hanya menjumpai empat pekerja
seks komersial (PSK) saja. Karena, sejak peraturan pemerintah yang
menginstruksikan agar semua tempat hiburan malam ditutup selama bulan
Ramadan, seluruh penghuni wisma di Gang Dolly dipulangkan.
Hal
ini diungkap oleh Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya
(FKMLS) Syafiq Mudhahir. Dia mengatakan, semua wisma yang ada di Gang
Dolly sudah ditutup dan seluruh penghuninya banyak yang dipulangkan oleh
pemilik wisma.
"Kami sudah memberikan surat imbauan kepada
seluruh pemilik wisma di Gang Dolly agar menghentikan aktivitas selama
bulan suci Ramadan atau selama satu bulan penuh," ungkap Syafiq, yang
ditemui di Gang Dolly.
Imbauan untuk tidak beraktivitas selama
bulan Ramadan itu, kata dia, terhitung mulai 7 Juli besok. "Dan pada 9
Agustus mendatang, seluruh wisma di Gang Dolly bisa kembali memulai
aktivitasnya masing-masing. Sebelum pemerintahan memberikan imbauan,
saya sudah membuat surat kepada seluruh pengelola wisma, cafe dan
karaoke untuk menutup atau menghentikan segala aktivitas kegiatan yang
ada di Dolly."
Dari pantauan di lapangan, sejak pagi hingga sore
tadi, seluruh wisma yang ada di Gang Dolly tampak sepi. Pintu
masing-masing wisma tertutup rapat. Bahkan, saat petugas dari Satpol PP
dan Dinas Sosial Kota Surabaya yang hendak melakukan pendataan, tak
menjumpai para penghuni wisma yang ada di Gang Dolly.
Karena
sudah lebih dulu ditutup, petugas hanya mendapati empat PSK di Wisma
Srikandi yang mengaku memang belum pulang kampung seperti rekannya yang
lain. "Sudah dua hari ini tidak ada aktivitas di Gang Dolly, sampai saya
bingung mencarikan perempuan untuk melayani pelanggan. Kan semuanya
sudah pulang," kata salah satu mucikari di Gang Dolly.