find us on :

Healt
Life Style
Female

Kolom Khusus

Oto
Jakarta
Love
Game

Kolom Misteri

index

Teknologi

Gadget News
SpotLight
Event
Musik
Uang

PROFILE

+see more profile

TRAVEL

KULINER

YUNIK

HOT NEWS
BERITA FILM

Fashion

STYLE

CINTA

PERNIK

ZODIAK

Resep Masakan

Foto: sumini kompas. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Di tengah sorotan pada panti asuhan The Samuel's Home, ada sepenggal kisah Sumini, wanita yang mengurus anak-anak di panti tersebut. Sudah sepuluh tahun dia mengabdi kepada Yuni Winata (47), istri Samuel Watulingas (50), suami istri pemilik panti.

Sumini merupakan tetangga Yuni di Indramayu, Jawa Barat. Dia mengaku kenal baik dengan Yuni. Ia pun ditawari bekerja di panti tersebut dengan gaji Rp 1.000.000 per bulan.

Selama bekerja, Sumini bertugas untuk menyiapkan makanan, mencuci, dan melakukan perawatan dan pelayanan terhadap anak-anak, terutama yang masih balita. "Saya ngurus bayi, masak, nyuci, ngegosok," kata Sumini, saat ditemui di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2014).

Setiap hari, dia menyiapkan makanan. Untuk anak balita, dia menyiapkan makanan seperti bubur kacang hijau atau bubur merah. Sementara, untuk remaja, pada pagi hari, ia menyiapkan mi untuk sarapan dan kornet pada siang dan malam hari. Makanan ini didapat dari bantuan para donatur atau yang dibelanjakan sendiri ke pasar.

Anak-anak, kata dia, diberi makan tiga kali dalam sehari. Uang belanja diberikan oleh pemilik panti Rp 100.000 untuk membeli lauk selama empat hari, di luar beras. "Belanjanya ya kira-kira," ujar Sumini.

Untuk beras, ia mengatakan, persediaannya cukup karena diberikan donatur. Namun, ada pula donatur yang memberikan beras yang sudah tidak layak karena sudah kutuan. Dia enggan memasak beras yang sudah rusak tersebut.

Selain sumbangan makanan, ada juga donatur yang memberikan uang. Namun, yang menerima sumbangan tersebut ialah Samuel, yang akrab mereka sapa sebagai "ayah".

"Sumbangan dari bos-bos. Uang sing (yang) nerima ayah, kok saya," ujar Sumini.

Namun, bantuan dari donatur sudah mulai jarang sejak Desember 2013. Sumini tidak tahu penyebabnya. Samuel, menurut Sumini, kadang membagikan uang untuk anak-anak. Biasanya, uang yang dibagikan kurang lebih Rp 2.000 sampai Rp 5.000.

Uang untuk jajan sekolah itu, menurutnya, diberikan Samuel secara tidak rutin. Anak-anak lebih sering dibekali dengan makanan untuk sekolah. Namun, kadang ada tamu yang sesekali memberikan uang kepada anak-anak.

Untuk mengurus anak-anak panti, Sumini dibantu oleh Icha dan Kila, dua anak panti. Icha yang duduk di bangku SMA bertugas membantu memandikan anak-anak kecil di sana. Sementara Kila, yang duduk di bangku SD kelas VI, membantu tugas Sumini.

Kila (14) mengaku dirinya sejak berusia tiga hari telah tinggal di panti itu. Kila merasakan kurang mendapat perhatian selama di panti. Misalnya, anak-anak di dalam panti sering berantam dan jarang ngobrol.

"Kalau berantem susah dipisahin, nanti yang misahin berantem lagi," ujar Kila.

Selama mengurus adik-adiknya, Kila tidak punya waktu untuk belajar. Belajar baginya hanya di sekolah. Di panti, anak-anak kurang mendapat pengawasan. Ada yang keluar dari malam sampai pagi.

"Kalau pulang malam sampai pagi dipukul tangannya pakai sendal sama ayah," ujar Kila.

Menurut Kila, ada 35 orang di panti tersebut. Tujuh orang terdiri dari perempuan, sementara sisanya anak lelaki. Mereka tinggal terpisah di dalam panti.

Komnas PA menyatakan, sebanyak 28 anak sudah berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Bambu Apus, Jakarta Timur. Tujuh anak tersebut adalah mereka yang dibantu melapor ke LBH Mawar Saron. Anak-anak yang masih berusia 3-17 tahun itu rata-rata masih trauma akibat perlakuan terhadap mereka.

Langganan berita!

Foto: Supardi pelaku pembunuhan ibu kandung. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya Hendry Prabowo mengatakan, kejaksaan telah mengembalikan berkas tersangka kasus pembunuhan ibu kandung, Suwandi alias Supardi, warga Bangkingan Timur, Desa Karang Ploso, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur ke kepolisian. Alasanya, tersangka gila.

"Selasa kemarin berkasnya sudah kita kembalikan ke tim penyidik Polrestabes Surabaya. Lah piye, orang gila kok disidang?," kata Hendry Prabowo ketika dihubungi merdeka.com, Sabtu (6/7).

Sebelumnya diberitakan, pada pertengahan Mei lalu Suwandi diberitakan telah membunuh ibu kandungnya sendiri, Ahkiyah (60) dengan cara memenggal kepalanya. Setelah itu dia membedah dada jenazah ibunya, lantas memakan hati perempuan yang melahirkannya itu.

Menurut Hendry, dalam berkas yang diterimanya dari tim penyidik, terdapat lampiran surat dokter yang menyatakan, Supardi mengidap sakit jiwa. "Memang, dalam berkas yang kami terima, tersangka gak ngaku kalau gila, tapi keluarga dan tetangga tersangka mengakui kalau tersangka pernah masuk rumah sakit jiwa," kata Hendry.

Dalam Pasal 44 ayat (1) KUHP, lanjut dia, dijabarkan, barangsiapa melakukan perbuatan tidak dapat dipertanggungjawabkan padanya, disebabkan karena gebrekkige ontwikkeling (jiwa dalam tumbuhnya cacat) atau terganggu karena penyakit (ziekelijke storing), tidak dipidana.

"Berdasarkan pasal tersebut, kemungkinan besar tersangka Supardi tidak bisa diajukan ke persidangan," ujarnya.

Langganan berita!

Foto: gang dolly. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Beberapa hari jelang bulan suci Ramadan 1434 Hijriyah, petugas Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Surabaya, Jawa Timur melakukan pendataan di seluruh lokalisasi yang ada di Kota Pahlawan. Salah satu yang didata adalah Gang Dolly, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.

Di Gang Dolly, Satpol PP dan Dinas Sosial yang didampingi beberapa petugas dari Kecamatan Sawahan mendata satu-persatu penghuni seluruh wisma yang ada di komplek prostitusi yang berdiri sejak zaman Belanda tersebut.

"Ini bukan operasi yustisia, tapi untuk pendataan pasca-Ramadan. Kekhawatiran kami, nanti setelah Ramadan, jumlah penghuni-nya malah bertambah," terang Camat Sawahan, Muslich Hariadi, Sabtu (6/7).

Namun di lokalisasi Gang Dolly ini, petugas hanya menjumpai empat pekerja seks komersial (PSK) saja. Karena, sejak peraturan pemerintah yang menginstruksikan agar semua tempat hiburan malam ditutup selama bulan Ramadan, seluruh penghuni wisma di Gang Dolly dipulangkan.

Hal ini diungkap oleh Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya (FKMLS) Syafiq Mudhahir. Dia mengatakan, semua wisma yang ada di Gang Dolly sudah ditutup dan seluruh penghuninya banyak yang dipulangkan oleh pemilik wisma.

"Kami sudah memberikan surat imbauan kepada seluruh pemilik wisma di Gang Dolly agar menghentikan aktivitas selama bulan suci Ramadan atau selama satu bulan penuh," ungkap Syafiq, yang ditemui di Gang Dolly.

Imbauan untuk tidak beraktivitas selama bulan Ramadan itu, kata dia, terhitung mulai 7 Juli besok. "Dan pada 9 Agustus mendatang, seluruh wisma di Gang Dolly bisa kembali memulai aktivitasnya masing-masing. Sebelum pemerintahan memberikan imbauan, saya sudah membuat surat kepada seluruh pengelola wisma, cafe dan karaoke untuk menutup atau menghentikan segala aktivitas kegiatan yang ada di Dolly."

Dari pantauan di lapangan, sejak pagi hingga sore tadi, seluruh wisma yang ada di Gang Dolly tampak sepi. Pintu masing-masing wisma tertutup rapat. Bahkan, saat petugas dari Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Surabaya yang hendak melakukan pendataan, tak menjumpai para penghuni wisma yang ada di Gang Dolly.

Karena sudah lebih dulu ditutup, petugas hanya mendapati empat PSK di Wisma Srikandi yang mengaku memang belum pulang kampung seperti rekannya yang lain. "Sudah dua hari ini tidak ada aktivitas di Gang Dolly, sampai saya bingung mencarikan perempuan untuk melayani pelanggan. Kan semuanya sudah pulang," kata salah satu mucikari di Gang Dolly.

Langganan berita!

Foto: gayus jualan. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dion
Yuuhu.info, Terpidana kasus korupsi pajak itu menjaga stan perlengkapan bayi dalam pasar murah yang digelar di LP Sukamiskin. Terpidana korupsi pajak, Gayus Tambunan (tengah) saat menjaga stan perlengkapan bayi di LP Sukamiskin, Bandung, Jumat (5/7). Gayus yang mengenakan kaos biru dan memakai topi ini diperintahkan pihak lapas untuk menjaga salah satu stan yang digelar dalam Kampoeng Keluarga dan Pasar Murah.

Langganan berita!

Foto: Jubir FPI Munarman siram Thamrin. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Sosiolog Thamrin Amal Tomagola mengungkap penyebab Munarman menyiram teh kepadanya dalam dialog di tvOne, Jumat (28/6) pagi. Menurut Thamrin, Munarman tidak suka pernyataannya.

Thamrin membeberkan penyebab Munarman reaktif dalam tiga poin. "Ada tiga yang dia kemukakan dalam diskusi itu. Pertama ancaman polisi akan menindak ormas yang melakukan sweeping, yang itu adalah agenda polisi tahunan. Kemudian dia menyatakan, penyebab polisi melarang sweeping adalah karena pertanyaan wartawan kepada polisi, sehingga polisi menjawab akan menindak. Ketiga, dia bilang aparat Negara tidak pernah hadir saat ada kekerasan, saya bilang betul. Negara banyak membiarkan kekerasan, nah pada saat saya melakukan komentar itu. Dia anggap saya membela yang minoritas," terang Thamrin saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (28/6).

Thamrin menegaskan, Munarman menudingnya selalu membuat analisa yang menyudutkan Islam. "Saya lalu meminta bukti kalau saya telah membuat analisa ngawur," jelasnya.

Thamrin mengatakan, kekerasan harus dihentikan dimulai dari rumah tangga, komunitas, sekolah, lembaga legislatif dan lingkungan. "Jangan sampai meniru kekerasan. Itu konyol," terangnya.

Ditanya soal penyebab kekerasan, menurut Thamrin hal itu biasanya terjadi karena adanya kepincangan ekonomi. "Kemarahan itu berasal dari sana. Dan, kita juga harus hindari dakwah dengan yang keras. Mereka yang berada dalam posisi yang tidak berdaya, akan merasa terancam," terangnya.

Pernyataan Thamrin itu yang disebutnya memicu kemarahan Munarman hingga menyiramkan segelas minuman pada saat acara di televisi yang ditayangkan langsung.

Langganan berita!

Foto: Ilustrasi miskin. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengembalikan kartu miskin kepada pemerintah daerah setempat dan menyatakan menanggalkan status miskin.

"Hingga saat ini sudah sebanyak 67 kepala keluarga (KK) yang mengembalikan kartu miskin. Sebanyak 41 KK di Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, yang dilakukan beberapa waktu lalu dan 26 KK di Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah," kata Kabag Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti. Seperti diberitakan Antara, Kamis (27/6).

Menurut dia, KK tersebut berhasil keluar dari status miskin melalui berbagai kegiatan usaha yang dikembangkan sehingga mampu menambah pendapatan perekonomian keluarga.

"Mereka ini dibimbing langsung untuk mengembangkan usaha ekonomi melalui program pemberdayaan oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) masing-masing kecamatan sejak dua tahun terakhir," kata Endah menegaskan.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut baik KK yang mengembalikan kartu miskin ini sebagai salah satu upaya membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.

"Ini diharapkan dapat diikuti KK miskin lainnya. Apalagi saat warga miskin berebut mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), warga Desa Tegaltirto justru dengan sukarela dan tanpa paksaan mengembalikan kartu miskin kepada pemerintahan desa setempat," katanya.

Sri Purnomo mengaku sangat bangga dengan keberanian para warga itu untuk menyatakan diri keluar dari kemiskinan dan mempunyai pemikiran untuk berusaha sungguh-sungguh untuk meningkat.

"Nantinya warga yang telah mentas dari kemiskinan dan memiliki usaha untuk menopang hidup ini bisa mendapatkan bantuan berupa penguatan modal untuk mengembangkan usaha yang selama ini digeluti," katanya.

Ia mengatakan, kalau tidak ada upaya untuk berubah tentu yang didapat hanya jatah untuk keluarga miskin yang hanya bisa untuk konsumtif saja.

Langganan berita!

Foto: Kebakaran hutan di Riau. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Jumlah tersangka kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau bertambah jadi 14 orang. Pembakaran ini diduga kuat dilakukan untuk membuka lahan baru kelapa sawit.

"Jumlah tersangka ada 14 orang. Mereka membakar untuk membuka lahan baru," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar kata Boy di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).

Keempatbelas tersangka itu diciduk di beberapa daerah seperti di Bengkalis, Rokan Hilir, Palelawan dan Siak. Saat ini, proses meminta keterangan terus didalami.

Dalam kesempatan yang sama, Boy menambahkan, diduga ada lima perusahaan asing yang diduga terkait dalam pembakaran hutan di Riau. Sejauh mana keterlibatan lima perusahaan itu, Boy belum bisa menjelaskan lebih detil.

"Dalam penyelidikan kita ada 5 (perusahaan asing) yang kita dalami atau kita dalami posisinya, apakah sebagai korban dari kebakaran itu. Belum bisa dijelaskan secara rinci siapa-siapa saja yang punya keterkaitan dengan perusahaan (asing) tapi kita akan terus menyelidiki. Cuma dari pengamatan petugas di lapangan, ada kemungkinan perusahaan asing," tegas Boy.

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 3,9 juta hektar lahan gambut di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan. Peralihan fungsi ini mengakibatkan beberapa warga memperluas lahan bisnis mereka dengan cara membakar. Akibatnya, banyak titik api di kawasan hutan Riau menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Singapura dan Malaysia.

"Menggunakan 3 helikopter, 1 pesawat Hercules, menggunakan teknik dengan membuat hujan buatan. Masih ada 59 hotspot serius yang sedang diupayakan memadamkan titik api. Dari beberapa titik ini yang paling banyak di Rokan Hilir, Pelelawan, Indragiri Hulu, dan Siak. Ini daerah yang masih mau menekankan memadamkan titik api," imbuhnya.

Langganan berita!

Foto: Farhat Abbas. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Rianto
Yuuhu.info, Pengacara muda Farhat Abbas dilaporkan kliennya Liem Marita yang merupakan terpidana kasus narkoba beberapa waktu lalu. Namun, kini keduanya pun telah sepakat untuk berdamai.

Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suwondo Nainggolan menuturkan kendati sudah berdamai, namun pihaknya tetap memeriksa pelapor.

"Pelapornya (Aling) sudah membuat tanda tangan, terlapor (Farhat) juga sudah. Jadi antara kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan (damai) tersebut," ujar Suwondo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/6).

"Namun, penyidik masih akan meminta keterangan dari Aling perihal kedamaian tersebut. Karena ada beberapa kasus yang pernah ditangani pelapor membuat surat pernyataan damai namun berada di bawah tekanan," tuturnya.

Atas dasar surat tersebutlah, penyidik akan tetap meminta keterangan. "Dari dasar surat itu tetap akan diminta keterangan dari kedua belah pihak. Kedamaian seperti apa yang dimaksudkan. Karena ada kasus surat yang dibuat ada tekanan," pungkasnya.

Sebelumnya, Aling melalui kuasa hukumnya Nancy Yuliana pada 11 Mei 2013 lalu melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/1559/V/2013/Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dalam laporan itu, Farhat disangkakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Kejadian berawal saat terlapor (Farhat Abbas) menjanjikan ke pelapor akan mengajukan upaya PK ke dua ke Mahkamah Agung agar mendapat keringanan hukuman dari seumur hidup menjadi 15 tahun penjara dengan syarat membayar kepada Farhat uang sebesar Rp 3 miliar.

Aling merupakan terpidana narkoba yang telah divonis hukuman seumur hidup pada tahun 2011. Dan saat ini, Aling menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita, Tangerang.

Sebelum pengajuan PK dijalankan oleh terlapor, Farhat kembali menjanjikan keringanan hukuman kepada Aling, dari 15 tahun penjara menjadi 10 tahun penjara, dengan syarat membayar lagi Rp 2 miliar.

Melalui rekan Aling, uang kemudian ditransfer kepada Farhat dan sebagian lainnya diserahkan dalam bentuk Dollar Singapura. Total kerugian yang dilaporkan Aling mencapai Rp 5.750.000.000. Lalu apabila gagal maka uang akan dikembalikan.

Hingga laporan dibuat, Aling tidak mendapat keringanan hukuman malah mendapat jawaban dari MA jika tidak ada PK ke dua. Merasa tertipu akhirnya Aling memutuskan melaporkan Farhat ke Polda Metro.

Langganan berita!

Foto: Pembagian BLSM untuk warga miskin. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dion
Yuuhu.info, Sosialisasi pencairan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kota Bekasi sangat kurang. Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengaku belum mendapatkan laporan terkait pencairan bantuan tersebut.

"Di Kota Bekasi belum ada (pencarian), kami nggak tahu kapan (penyaluran BLSM),' ujar Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen di Bekasi, Minggu (23/06).

Dia mengaku belum mendapatkan laporan dari tingkat RT/RW, kelurahan maupun kecamatan terkait masyarakat miskin yang bakal menerima bantuan dari pemerintah tersebut.

Menurut dia, sosialisasi terkait pencairan dana tersebut dinilai sangat kurang. Bahkan, pihaknya sendiri tak mengetahui teknis pencairannya. Namun, kata dia, kemungkinan seperti bantuan langsung tunai (BLT) beberapa waktu lalu.

"Mungkin seperti BLT," jelasnya.

Jika mengacu kepada BLT, menurut dia pihaknya ikut terlibat dalam pendataan masyarakat tak mampu di Kota Bekasi. Namun, sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM, pihaknya tak mendapatkan sosialisasi dari pemerintah pusat. "Itu (BLSM) sosialisasinya kurang," tambahnya.

Seperti diketahui, penyaluran BLSM tahap pertama sudah berlangsung sejak Sabtu (22/06) di 14 kota Besar di seluruh Indonesia. Sementara itu, di tingkat kota/kabupaten mendapatkan jatah pada tahaP ke tiga dengan target hingga bulan Juli.

Penyaluran BLSM bersamaan dengan kartu perlindungan social (KPS) kepada rumah tangga sasaran (RTS). KPS menjadi syarat utama pengambilan BLSM sebesar Rp 150.000 selama empat bulan di kantor pos. Pembayaran BLSM dilakukan dua kali dengan nilai Rp 300.000.

Langganan berita!

Foto: Nenek Juriah. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Sehari usai pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah langsung membagikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) berupa uang kompensasi sebesar Rp 300 ribu untuk dua bulan. Pembagian BLSM dengan menggunakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) itu merata di 13 kota, dari rencana semula 15 kota.

Meski warga menyambut gembira pembagian BLSM ini, namun ada warga yang masih belum mengerti kegunaan dari kompensasi yang menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa dianggap lebih baik dibanding bantuan langsung tunai (BLT) tersebut. Salah satunya adalah Juriah (58), warga Jalan Sosial, RT 8 RW 2, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Juriah juga mengaku baru pertama kali ini menerima kompensasi kenaikan harga BBM. Sebelumnya, dirinya mengaku tidak menerima pembagian BLT pada tahun 2008-2009 .

"Emak enggak tahu kegunaan kartu ini. Tahunya disuruh datang aja ke kantor pos buat dikasih duit," ujar Juriah, yang datang ke Kantor Pos Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Minggu (22/6).

Wanita yang seharinya bekerja sebagai tukang urut tersebut mengaku akan menggunakan uang BLSM, sebesar Rp 300 ribu tersebut untuk keperluan hidup sehari.

"Lumayan lah buat keperluan emak dan bapak yang sekarang lagi stroke," ujar Juriah lirih.

Usai menerima uang BLSM, Juriah yang tinggal tidak jauh dari kantor pos langsung balik ke rumahnya. Wanita yang sudah memiliki empat cucu ini mengaku jalan kaki untuk mencairkan dana BLSM-nya.

"Emak jalan kaki ke sini. Yah, ada lah sekitar setengah jam," ujar dia.

Langganan berita!

Foto: Demo BBM. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dion
Yuuhu.info, Puluhan mahasiswa Universitas Jayabaya terlibat bentrok dengan polisi di depan kampus Universitas Jayabaya Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, sekitar pukul 20.50 WIB. Mahasiswa yang awalnya menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di jalan itu melempari polisi dengan batu dan botol.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Rabu (19/6) malam, puluhan personel polisi yang disiagakan di lokasi memukul mundur mahasiswa ke dalam kampus. Petugas menembakan gas air mata ke arah mahasiswa.

Pecahan botol, batu dan bekas ban yang dibakar mahasiswa berserakan di jalan depan kampus Jayabaya. Sementara, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani dari arah Cawang menuju Tanjung Priok dan sebaliknya macet.

Hingga pukul 21.00 WIB, puluhan personel polisi masih disiagakan di lokasi.

Langganan berita!

Foto: Fahri Hamzah. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, APBNP 2013 sebagai postur anggaran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) terkait rencana kenaikan BBM, telah disetujui. Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah mengatakan dana BLSM itu akan menjadi bancaan partai politik jelang Pemilu 2014.

"(Bancaan) Ini silakan dilaporkan. Saya dengar kabar-kabar itu, kalau ada, approve-nya akan jadi pengawasan," kata Fahri yang juga anggota Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (18/6).

Fahri menjelaskan, pembagian BLSM secara tunai rawan praktik korupsi kolusi (KKN). Tak menutup kemungkinan, besaran BLSM Rp 150 ribu yang seharusnya sampai utuh di tangan rakyat miskin yang membutuhkan, dipotong ataupun ditilep tanpa sebab dan tak diketahui.

"Anda sadar enggak sih membagi uang. Bagi uang begini (sambil nunjukkin uang kertas Rp 100 ribu) langsung cash, ini kan rawan. Bayangkan aparatur bagi uang, karena ini sudah jadi uang (dia keluarkan lagi uang Rp 100 ribu dari kantong). Kan bahaya kalau satu saya simpan," terang Fahri.

Fahri menolak bila PKS disebut juga sebagai pihak yang bakal menikmati BLSM, meski kader PKS menjabat sebagai Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri yang juga berkaitan dengan penyaluran BLSM. Menurut Fahri, tak mungkin partai yang menolak juga ikut menikmati.

"Menteri itu bukan menteri parpol. Kalau dibangun persepsi bahwa itu menteri parpol, itu kesalahan presidensialisme kita. Karena kami masuk politik, maka dapat jatah menteri. Cara pikir itu salah. Dalam presidensialisme itu menteri negara, tidak boleh dapatkan. Tidak melihat adanya keuntungan yang didapat," kilahnya.

Langganan berita!

Foto: briptu rani. yuuhu.info
Oleh: Rudi
Yuuhu.info, Polwan cantik Briptu Rani angkat bicara soal pelecehan yang diterimanya dari Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho. Menurut Rani, pelecehan yang paling menyakitkan terjadi saat dirinya disuruh mengukur baju seragam.

"Perlakuan yang tak sepatutnya dilakukan pimpinan kepada bawahan, tidak sepatutnya dilakukan kapolres. Dia mengukurkan baju di badan saya," kata Briptu Rani saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (13/6).

Rani membeberkan pelecehan yang dilakukan Kapolres. Dia sangat tersiksa karena tak ada yang membelanya saat pelecehan itu terjadi.

"Ada wakapolres dan ada beberapa pejabat polres lainnya. Tapi mereka cuma diam dan ketawa kaya memandang rendah saya gitu, saya minta pulang tapi nggak boleh. Tapi dia bilang perintah. Dan setelah kapolres selesai ukur, baru diukur ulang tukang jahit," kata Rani.

Rani menceritakan ada beberapa pelecehan lain. Dia pun mengaku sering diajak karaoke. Posisi Rani yang diberi tugas sebagai sekretaris pribadi, membuatnya tak berkutik.

"Aku nggak tahu karena dulu di bagian perencanaan. Jadi aku nggak tahu dia orangnya gimana, Dan waktu itu aku diperintah menjadi sepri, karena perintah ya saya terima," kata janda muda ini.

Karena kasus ini Rani mengaku malu untuk bertugas. Dia shock dan menjalani perawatan lahir dan batin di Jakarta. Atasan Rani menganggapnya lari dari tugas.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo memilih bungkam, meski hanya menceritakan perkembangan penyelidikan tim dari Bid Propam Polda Jawa Timur ke Polres Mojokerto yang dilakukan pada Rabu lalu.

"Tak ada statemen apa-apa soal Rani. Silakan menulis apa saja soal Rani. Saat ini tak ada komentar apa-pun soal itu," kata dia singkat.

Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho saat menghadiri acara launching program COP yang digelar Polrestabes Surabaya di Empire Palace, juga bungkam. "Kita ke kantor (Polres Mojokerto) sajalah," katanya singkat kepada wartawan di Surabaya.

Langganan berita!

Foto: Aher-Deddy Mizwar. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dion
Yuuhu.info, Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heryawan mengaku tidak ada persiapan khusus jelang pelantikan pada Kamis (13/6) mendatang. Aher, biasa disapa, menyebut bahwa dirinya sudah biasa melantik bupati/wali kota yang di wilayah Jawa Barat.

"Untuk pelantikan ini tidak ada persiapan khusus, ya biasa saja," kata Aher di Bandung, Selasa (11/6).

Namun meski sumpah jabatan sudah pernah dilakukan pada 2008 lalu, ia akan berusaha untuk tidak gugup saat menyampaikannya. "Mungkin supaya tidak kaku aja saat ambil sumpah jabatan oleh Mendagri nanti," jelasnya.

Biasanya kata Aher, saat pelantikan kalimat dalam mengambil sumpah jabatan sama saja. "Karena kalimatnya sama aja ketika ngelantik bupati. Boleh jadi gugup, tapi jangan sampai ada salah ucapanlah," tandasnya.

Aher yang berpasangan dengan Deddy Mizwar akan dilantik di Gedung Merdeka, Bandung pada Kamis (13/6) mendatang. Rencananya pelantikan akan dihadiri para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Pejabat daerah di Jabar, Gubernur dari 33 provinsi beserta petinggi DPRD.

Sehari setelahnya kata politisi PKS ini, ia akan melakukan pisah sambut bersama Wakil Gubernur Jawa Barat 2008 - 2013 Dede Yusuf. "Akan ada di Gedung Sate bersama beliau, kan bersama rakyat juga," tandasnya.

Langganan berita!

Foto: Gedung KPK. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, KPK terus mengusut kasus korupsi proyek pengadaan alat simulator SIM di Korlantas Polri untuk tersangka Wakakorlantas Brigjen Didik Purnomo. Kali ini, KPK memanggil pejabat Tenaga Pendidik (Gadik) di lembaga pendidikan Polri (Lemdikpol) Brigjen Wahyu Indra Pramugari.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DP (Didik Purnomo)," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (11/6).

Selain Wahyu, KPK juga memanggil Kombes Pol Gusti K Gunawan yang juga bertugas di Itwasum Polri dan PNS Polri Grawas Sugiharto. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Didik Purnomo.

Diketahui, Nama Brigjen Wahyu Indra Pramugari muncul dalam surat dakwaan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo. Dalam surat dakwaan itu, Wahyu disebut-sebut menerima aliran dana Rp 500 juta dari proyek simulator SIM.

Wahyu merupakan jenderal bintang satu yang tercatat pernah menjabat Kapolres Surabaya Selatan, penyidik Bareskrim Polri, anggota Inspektur Wilayah V, anggota Itwasum pada tahun 2011 dan Kepala Polda Sumatera Barat.

Wahyu Indra juga sama-sama jebolan Akpol tahun 1984 bersama Djoko. Saat Djoko menjabat jadi kepala Korlantas, Wahyu menjabat sebagai Irwasum. Tugas Irwasum mengadakan pre audit proyek pengadaan barang dan jasa simulator SIM tahun anggaran 2011.

Sedangkan Gusti Ketut Gunawan dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa menerima aliran dana dari proyek ini sebesar Rp 50 juta.

Langganan berita!

Foto: Jokowi diberi hadiah bass Metallica. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Rudi
Yuuhu.info, Hari ini, Senin (10/6) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan akan melaksanakan kegiatan lelang barang-barang gratifikasi hasil sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, dalam list daftar barang yang dilelang, tidak ada gitar bas milik Robert Trujillo, anggota band rock Metallica.

Gitar bas berwarna merah marun ini diserahkan oleh si promotor band, Jonathan Liu di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Mengacu pada UU Tindak Pidana Korupsi No. 13 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001, yang menyebutkan bahwa penyelenggara negara tidak boleh menerima hadiah dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan jabatannya, maka Jokowi pun menyerahkan gitar tersebut ke KPK.

Setelah penyitaan ini, ada dua opsi yang direncanakan KPK pada gitar itu, yakni dilelang di Kemenkeu atau dimuseumkan. "Gitar Jokowi memang terkait dengan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Maka itu, akan diserahkan ke negara," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Jokowi sendiri berniat membeli kembali gitar bas Metallica itu jika dilelang seharga Rp 8 juta. Namun, pada lelang kali ini, gitar itu tidak masuk dalam daftar lelang. Dalam daftar lelang yang diterima merdeka.com, barang yang paling mahal nilainya adalah lukisan berjudul panen buah karya Men Sagan dengan nilai limit Rp 12 juta. Selain itu, ada stik golf berjumlah 6 buah yang dilelang dengan nilai limit Rp 4,5 juta. Ada pula Ballpoint merek Montblanc seharga Rp 1 juta.

Langganan berita!

Foto: Gedung Kejaksaan Agung. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Defri Putra
Yuuhu.info, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Bupati Raja Ampat, Marcus Wanwa terkait kasus korupsi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Penyidik memeriksa Marcus sebagai saksi kasus tersebut.

"Dugaan tindak pidana korupsi Kabupaten Raja Ampat, pemeriksaan saksi Drs Marcus Wanma, Bupati Raja Ampat," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Senin (10/6).

Seperti diketahui, pada bulan November 2012 lalu, penyidik Kejagung sudah pernah memeriksa Marcus dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mesin genset, perluasan jaringan listrik, pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pemeliharaan mesin genset di Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka, di antaranya mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Raja Ampat dan dua orang kontraktor.

Langganan berita!
List Profile Terbaru
top gossip
more stories

news seleb
latest news
photo sneak
have you read
news female
in the news
FILM news
news seleb
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news asian
in the news
FILM news
news asian
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news seleb
in the news
FILM news
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news asian
in the news
FILM news
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
recommended reading
  • KULINER
  • HEALT
  • TRAVEL
  • FASHION
  • FEMALE
  • LOVE
  • CANTIK
  • LIFESTYLE
  • YUNIK
  • FILM
HomeTentangKontakKetentuanDisclaimerMobileSite Map
© Copyright DBD :] 2012 - 2013 Some rights reserved
Hak cipta dilindungi oleh undang - undang
Proudly powered by www.yuuhu.info