Yuuhu.info, Makanan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat
Jakarta. Sebab, hampir di pelosok ibu kota setiap orang dapat menemukan
penjaja kuliner ini. Iya, apa lagi kalau bukan sate Madura.
Mulai
dari yang berupa gerobak dorongan hingga pedagang kaki lima, sate
Madura kerap menjadi salah satu pilihan makanan warga Jakarta. Alhasil,
banyak pemikiran yang mengidentikkan orang Madura dengan penjual sate
Madura itu sendiri.
Tidak salah memang. Ini lantaran banyak warga
Madura yang berprofesi sebagai penjual sate. Mereka bahkan boleh
dibilang ingin mencoba peruntungan di Jakarta, setelah sebelumnya
menjual makanan yang selalu diikuti dengan kata 'asli Madura' itu di
kampung halamannya.
Baresi salah satunya. Lelaki asal Pangkalan,
Madura, ini sudah berjualan sate di Jakarta sejak 2008 lalu. Dia berani
beradu nasib setelah pamannya mengajak dia untuk mencari uang di
Jakarta.
"Jadi saya kerja ikut om dan yang membikin warung sate
ini pertama memang om dari saudara ibu saya itu. Sekarang saya yang
jaga," kata Baresi saat berbincang-bincang dengan merdeka.com, Jumat
(14/6).
Warung sate yang terletak di pinggiran Jalan Tebet Raya,
Jakarta Selatan, ini memang dengan jelas mencantumkan kata sate asli
Madura, dengan pilihan sate ayam dan sate kambing.
Pemuda
kelahiran 1992 ini menjelaskan bahwa di kampung halamannya memang banyak
yang menjual sate. Menurut dia, orang Madura bisa diidentikkan dengan
penjual sate.
"Om saya di sana (Madura) juga sudah jual sate dari
awal, tapi warung yang di kampung itu akhirnya dilepas buat anaknya dan
om saya akhirnya buka cabang ke Jakarta. Jadi yang di kampung sudah ada
yang jagain," ujar dia.
Lelaki yang suka dengan sepak bola ini
menjelaskan bahwa orang Madura memang kurang begitu suka dengan sayur
dan lebih senang dengan daging layaknya orang Padang. Hal inilah yang
menurut dia kenapa banyak orang Madura menjadi penjual sate.
"Mungkin
karena kita suka daging jadi banyak yang jualan sate. Tapi kalau
profesi lain paling belok-beloknya jadi tukang besi tua atau tukang
kayu. Nah kalau dari keluarga saya memang banyak juga yang jual sate
Madura," ucap lelaki yang suka dengan klub Manchester City ini.
Baresi
juga menyadari banyaknya pedagang sate Madura di Jakarta. Bahkan,
beberapa warung sate Madura lainnya juga tidak terlalu jauh dan hanya
berjarak ratusan meter dari warung sate milik pamannya itu.
Namun,
meski begitu dia mengatakan hubungan dengan sesama penjual sate Madura
lainnya tidak pernah ada masalah dan baginya rezeki sudah ada yang
mengatur.
"Hubungan sih aman-aman saja, iya layaknya setiap orang
pastikan tidak mau dicolek, dan itu sama dengan orang Madura yang tidak
mau dicolek. Asal enak-enak saja jalanin usaha dan tidak merugikan satu
sama lainnya tidak masalah," ucap Baresi. "Kita tidak saling iri karena
rezeki sudah di tangan Tuhan."
Baresi juga menjelaskan memang
ada paguyuban penjual sate Madura. Namun, dia tidak tahu apakah pamannya
itu turut ikut dalam suatu paguyuban pedagang sate Madura.
Sementara
itu, dia mengatakan duka yang dia rasakan selama kurang lebih lima
tahun berjualan sate di Jakarta adalah ketika hujan lebat mengguyur. Ini
lantaran pembeli yang datang bakalan sepi.
"Nah kalau untuk
masalah pungutan, iya memang biasanya setiap tempat pasti ada yang
megang. Tetapi memang pungutan itu tidak setiap hari, paling dia juga
minta Rp 10 ribu kalau ada perlu saja, dan saya nanti tinggal bilang ke
om kalau ada iuran. Om saya paling bilang iya sudah tidak apa-apa ikutin
saja kita harus sadar bahwa kita kan numpang di sini," ujar Baresi
sambil melepas tawa.
Baresi mengatakan yang menjadi ciri khas dan
yang membedakan sate Madura dengan sate-sate lainnya memang terletak di
rasa bumbunya. "Sate Madura terkenalnya manis dan gurih."
Dia
menjelaskan untuk pendapatan dirinya dikasih Rp 400 ribu per bulan dari
pamannya. Sementara untuk omzetnya sendiri bisa mencapai antara Rp 450
ribu sampai 500 ribu per hari.
Saban harinya, Baresi selalu
membawa 200 tusuk sate ayam dan 100 tusuk sate kambing. Sedangkan untuk
Sop Madura, tiap hari dia membawa dengan takaran sepuluh mangkok.