find us on :

Healt
Life Style
Female

Kolom Khusus

Oto
Jakarta
Love
Game

Kolom Misteri

index

Teknologi

Gadget News
SpotLight
Event
Musik
Uang

PROFILE

+see more profile

TRAVEL

KULINER

YUNIK

HOT NEWS
BERITA FILM

Fashion

STYLE

CINTA

PERNIK

ZODIAK

Resep Masakan

Romana Tedjakusuma

Nama Lengkap : Romana Tedjakusuma
Alias : No Alias
Profesi : -
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Sabtu, 24 Juli 1976
Zodiac : Leo






BIOGRAFI
 
Romana Tedjakusuma merupakan salah satu petenis putri asal Indonesia. Pemain tenis kelahiran Surabaya ini mulai berkarier profesional sejak tahun 1990. Romana tergolong sebagai petenis senior yang dipercaya untuk memperkuat tim nasional tenis Indonesia dalam kejuaraan Fed Cup di tahun 1993, 1994, 1995, 1996, 2001, 2005 dan 2006.

Di turnamen Grand Slam kelas junior, Romana pernah beberapa kali berpartisipasi untuk kelas ganda. Ia pernah mencapai semi final Turnamen Wimbledon Junior 1993. Selama tahun 1994, Romana juga mengikuti 3 ajang Grand Slam junior lainnya, akan tetapi prestasi terbaiknya hanya sampai pada babak ketiga di Australian Open. Romana merupakan perwakilan timnas tenis Indonesia pada Summer Olympics 1996 di Atlanta bersama Yayuk Basuki. Sayangnya langkah mereka terhenti di babak kedua setelah dikalahkan oleh Jana Novotná dan Helena Suková.

Romana menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang SEA Games 2005 dan 2007. Ia membawa pulang medali perak untuk nomor tunggal putri dan medali emas untuk ganda putri bersama Wynne Prakusya. Sementara di SEA Games 2007, Romana menyabet medali perunggu di tunggal putri dan medali perak untuk ganda putri dan tim beregu Indonesia.

Romana memang memiliki prestasi terbaik untuk kelas ganda. Ia sempat rehat dari tahun 1997-1998 dan tahun 2002-2004. Hingga kemudian ia masih aktif bermain tenis sampai saat ini.
KARIR
  • Pemain tenis 
PENGHARGAAN
  • Medali Perak SEA Games 2005 (tunggal putri)
  • Medali Emas SEA Games 2005 (tim ganda putri)
  • Medali Perunggu SEA Games 2007 (tunggal putri)
  • Medali Perak SEA Games 2007 (tim ganda putri)
  • Medali Perak SEA Games 2007 (tim beregu Indonesia)

Langganan berita!
Nama Lengkap : Djenar Maesa Ayu
Alias : Nai
Profesi : -
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Minggu, 14 Januari 1973
Zodiac : Capricorn
Warga Negara : Indonesia

Suami : Edi Widjaya
Anak : Banyu Bening, Bidari Maharani
Ayah : Sjuman Djaya
Ibu : Tutie Kirana








BIOGRAFI
 
Djenar Maesa Ayu adalah seorang penulis berbakat yang juga merambah dunia seni peran. Perempuan yang akrab disapa Nai ini mewarisi bakat seninya dari kedua orang tuanya, Sjuman Djaya, seorang sutradara film dan Tutie Kirana, aktris di era 1970-an.

Nai mengaku dulu ia tidak terlalu pandai menulis, tapi kemudian ketika Nai memulai kiprahnya di dunia kepenulisan, ia bertemu sejumlah sastrawan Indonesia yang dijadikan guru penulisnya, seperti Seno Gumira Ajidarma, Budi Darma, dan Sutardji Coulzum Bachri.

Karya pertama Nai adalah cerpen Lintah yang dimuat di harian Kompas (2002) yang memaparkan banyak fakta bertema feminisme. Nai adalah feminis tanpa jargon yang melawan ketabuan dengan tulisan. Karya tulisnya sering dianggap banyak kritikus sastra sebagai karya yang mengelaborasi tema seksualitas dan dunia perempuan. Seperti karya Nai yang berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! yang naik cetak untuk yang kedua kalinya setelah dua hari kumpulan cerpen ini diterbitkan, Jangan Main-main (dengan Kelaminmu) juga tak kalah fenomenalnya dan bahkan sempat mengundang kritik.

Hampir di setiap karyanya yang terbit selalu disertai kontroversi, menuai pujian maupun kritikan pedas. Namun ia tetap berani dalam mengekspresikan tulisannya. Ibu dua anak ini berpendapat bahwa setiap pembaca pasti membutuhkan diskusi tentang hal-hal yang selama ini selalu dianggap tabu.

Nai menikah dengan Ei Wijaya yang ia kenal sejak usianya 12 tahun. Namun mereka bercerai setelah 14 tahun menikah. Nai mengaku perceraiannya disebabkan karena perbedaan mendasar antara visi dan pandangan hidup yang sebenarnya telah ada sejak pertama kali mereka bertemu.
PENGHARGAAN
 
Karya Buku:
Mereka Bilang, Saya Monyet!, Kumpulan Cerpen (2002)
Jangan Main-main (dengan Kelaminmu), Kumpulan Cerpen (2004)
Nayla, novel (2005)
Cerita Pendek tentang Cerita Pendek, Kumpulan Cerpen (2006)
1 Perempuan 14 Laki-laki (Jan 2011)

Filmografi:
Koper
The Lost Suitcase (2006)
Anak-anak Borobudur/Children of Borobudur (2007)

Sutradara Film:
Mereka Bilang, Saya Monyet! / The Say I'm a Monkey (2008)
Menjadi produser, penulis skenario, dan sutradara film SAIA (2009)

Televisi:
Fenomena (TransTV, 2006)
Silat Lidah (AnTV, 2007)

Penghargaan:
Khatulistiwa Literary Award untuk buku berjudul "Mereka Bilang, Saya Monyet! (2003)

SOCIAL MEDIA
twitter.com/djenarmaesaayu
djenar.com

Langganan berita!

Marini Kartika Sari Zumarnis

Nama Lengkap : Marini Kartika Sari Zumarnis
Alias : No Alias
Profesi : -
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 24 Maret 1976
Zodiac : Aries
Warga Negara : Indonesia












BIOGRAFI
 
Marini Kartika Sari Zumarnis adalah pemain sinetron dan bintang iklan Indonesia keturunan Minang. Kariernya makin melejit kala menggantikan Ayu Azhari sebagai Ibu Peri lewat sinetron Bidadari.

Marini terjun ke dunia model sejak masih duduk di kelas 2 SMA. Kemudian tawaran main sinetron pun datang padanya. Marini mengawali kariernya sebagai pemeran pembantu dalam sinetron Lobi-lobi (1995). Selanjutnya

Marini bermain dalam Senja Makin Merah, Shangrilla, Asmara (1996). Sinetron lain yang dibintanginya antara lain Selangkah Demi Selangkah (1996), Bukan Perempuan Biasa (1996), Bukan Basa-Basi (1997), Doa Membawa Berkah, Ibu Pungut Dan Aku Bukan Cantik.

Usai bergelut di dunia entertainment, Marini menjajal dunia baru yakni politik. Melalui salah satu partai politik, dia maju mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2009. Dia tertarik menjadi anggota legislatif karena ayahnya dulu juga anggota DPR. Selain itu, dia melihat kala itu kuota perempuan yang duduk di kursi parlemen masih
kurang. Ini berdampak pada persoalan aspirasi perempuan yang dinilai kurang terwakili. Dengan bertambahnya anggota parlemen perempuan berarti kans untuk menyampaikan aspirasi seputar isu wanita bisa lebih besar.

Meski sudah menjalani berbagai proses pencalonan diri dan bahkan meraih suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Bogor, Marini tidak lolos. Dia justru kerap mengambil nilai positif dari tiap peristiwa yang dialami. Terbukti, meski tak lolos sebagai anggota Dewan, Marini tetap bersyukur karena selama proses kampanye yang berlangsung lebih dari setahun itu dia mendapat banyak pengalaman berharga.

Di tengah kesibukan yang padat sebagai artis tak membuat Marini Zumarnis melupakan gaya hidup sehat. Tak mengherankan jika tubuhnya masih terlihat ramping meski telah memiliki satu putra. Marini mengaku sangat intensif menjaga kesehatan tubuhnya. Dia sangat memperhatikan pola makan.

Selain itu, resep selalu terlihat bugar Marini tak hanya dari makanan tapi juga dengan cara menjaga emosi. Seperti bersikap positif agar tidak mudah stres. Menurutnya, kalau perasaan bahagia bisa menjaga porsi makanan ideal. Karena itu, dia berusaha tetap happy bila ada masalah.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

KARIR
  • Artis
  • Pemain Film
  • Pemain Sinetron

Langganan berita!

Nurul Qomaril Arifin

Nama Lengkap : Nurul Qomaril Arifin
Alias : Nurul Arifin | Nurul
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Bandung, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Senin, 18 Juli 1966
Zodiac : Cancer
Hobby : Membaca | Menulis

Suami : Mayong Suryolaksano
Ayah : M.Yusuf Arifin
Ibu : Anne Marie







BIOGRAFI
 
Nurul Qomaril Arifin atau lebih dikenal dengan nama Nurul Arifin, adalah aktris senior yang pernah masuk dala daftar bintang bom seks tahun 1980-an. Sejumlah film yang pernah diperankan antara lain, Naga Bonar, Pacar Ketinggalan Kereta, Madu dan Racun, Lupus, Mana Bisa Tahan, Hidup Semakin Panas, dan lain-lain.Dia lahir di Bandung, Jawa Barat, 18 Juli 1966. Kini istri Mayong Suryolaksono tersebut menjadi anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar, sebagai pengganti antar waktu. Selain itu, Nurul juga aktif di sejumlah organiasi dan banyak menyuarakan kepentingan-kepentingan perempuan.

Dia berharap dengan terjun di dunia politik, semoga bisa dilihat sebagai suatu bentuk pengabdian untuk negara dan bangsa. Karena dia masuk dengan satu idealisme untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama pendidikan dan kesehatan untuk perempuan dan anak-anak, serta penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Kemudian, dia ingin apa yang dilakukan ini bisa diterima sebagai sumbangsih saya kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Menurut Nurul, terjun ke dunia politik adalah keputusan yang sangat besar dalam hidupnya. Sekaligus, membawa konsekuensi dan tanggung jawab yang sangat berat. Karena itu, wanita berambut pendek itu juga mengharapkan kontrol dari masyarakat dan teman-teman aktivis agar dirinya tetap konsisten pada komitmen dan tidak larut dengan kepentingan partai yang tidak sesuai dengan misi dan visi Nurul.

Dia mempunyai visi berorientasi pada perubahan pandangan tentang perempuan dalam kondisi kekinian sejalan dengan visi Partai Golkar yang selalu terbuka pada pembaruan. Ideologi partai yang salah satunya berbasis pada kemajemukan yang ada di Indonesia sejalan dengan nurani saya yang juga memandang Indonesia sebagai sebuah negara yang sangat plural.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
  • Sarjana Strata 2, Jurusan Ilmu Politik FISIP UI (2007)
  • KSA XIII Lemhannas (2005)
  • Sarjana Strata 1, Jurusan Ilmu Politik FISIP UI Jakarta (2004)
KARIR
  • Ketua Bidang Koordinasi Eksekutif DPP Ormas MKGR periode 2010-2015
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Bidang Kajian Kebijakan (2009-2015)
  • Pengurus Asosiasi Ilmuwan Politik Indonesia Pusat (2005-sekarang)
  • Pengurus Ikatan Alumni Lemhannas Pusat (2005-sekarang)
  • Dosen Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta (2004)
  • Sekretaris Bidang Polkam Fraksi Partai Golkar DPR
PENGHARGAAN
  • Peraih penghargaan YPI sebagai Artis Peduli AIDS (2000)
  • Terpilih sebagai salah satu perempuan berkualitas untuk kandidat anggota legislatif versi LSM Cetro (2003)
  • Terpilih sebagai Young Global Leaders dari World Forum–Swiss (Januari, 2005)
SOCIAL MEDIA
 
nurularifin.com

Langganan berita!

Jaya Suprana

Nama Lengkap : Jaya Suprana
Alias : Jaya | Suprana
Tempat Lahir : Denpasar, Bali
Tanggal Lahir : Kamis, 27 Januari 1949
Zodiac : Aquarius
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Lambang Suprana
Ibu : Lily Suprana
Istri : Julia Suprana







BIOGRAFI
 
Jaya Suprana merupakan salah satu pengusaha, pembawa berita acara televisi, komposer dan pemain piano yang terkenal di Indonesia. Ia lahir di Denpasar, Bali dan diadopsi oleh pasangan suami istri Lambang dan Lily Suprana. Ia sebenarnya merupakan anak keturunan China namun ia dibesarkan di lingkungan keluarga Jawa. Ia menikah dengan Julia Suprana namun sampai saat mereka bercerai, mereka tidak memiliki anak biologis.

Ia sempat mengenyam studi di Musikhochschule Muenster dan Folkwang-Hochschule Essen di Jerman Barat dengan mengambil ilmu mayor musik. Usai studinya itu, ia mulai menciptakan musiknya sendiri. Di samping itu, setiap minggunya ia juga menjadi presenter di Jaya Suprana Show, sebuah acara televisi berbentuk talkshow.

Selain aktivitas musik dan seninya itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Jamu Jago, sebuah perusahaan obat herbal terkenal di Indonesia. Sebelum menjadi Presiden Direktur, ia pun juga pernah menjabat sebagai Direktur Marketing di perusahaan yang sama. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik keluarganya sendiri. Oleh karena itu, Jaya Suprana pun juga menjadi ketua komisioner perusahaan yang berpusat di kota Semarang, Jawa Tengah itu.

Tidak berhenti di situ, ia juga mendirikan sebuah pencatatan rekor terkemuka di Indonesia yaitu Museum Rekor Indonesia (MURI) dan ia menjabat sebagai direkturnya. Selain jiwa bisnisnya yang kental, jiwa sosialnya pun patut diacungi jempol karena ia pun mendirikan sebuah panti asuhan yang dinamakan Panti Asuhan Rotary-Suprana.

Suprana berhak menggunakan gelar PhD bidang filosofi dan ilmu sosial yang ia dapatkan dari Pacific Western University.

Riset dan analisa oleh Pilar Asa Susila

PENDIDIKAN
  • Musikhochschule Muenster dan Folkwanghochschule Essen, Jerman.
KARIR
  • Pianis
  • Komposer
  • Penulis
  • Kartunis
  • Presenter
  • Presiden Direktur di PT Jamu Jago
  • Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI)
PENGHARGAAN
  • Freundeskreis des Konservatoriums Muenster, Jerman, dan dari Pangeran Bernhard, Belanda.
  • Kebudayaan: Budaya Bhakti Upapradana
  • Komputer, Best in Personal Computing Award 1995 dari Apple Macintosh Inc.
  • The Best Executive Award 1998
  • Prestasi perusahaan: Trade Leader's Club, Madrid, dan Institut pour Selection de la Qualite, Belgia).
  • Lingkungan hidup: Sahwali Award 1997.
  • Kemanusiaan: Duta Kemanusiaan 1991-1992 Palang Merah Indonesia.
  • Tokoh Humor Nasional 1996, pilihan pembaca majalah Humor.

Langganan berita!

Sukarni Ilyas

Nama Lengkap : Sukarni Ilyas
Alias : Karni Ilyas | Karni
Agama : Islam
Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat
Tanggal Lahir : Kamis, 25 September 1952
Zodiac : Balance
Hobby : Menulis | Diskusi
Warga Negara : Indonesia

No Relation





BIOGRAFI
 
Karni Ilyas, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 September 1952 dikenal sebagai wartawan senior yang konsen di bidang masalah hukum dan politik. Kiprahnya di dunia wartawan dimulai saat menjadi wartawan media milik Partai Golkar, harian Suara Karya pada tahun 1972.

Enam tahun kemudian, pada 1978, Karni merintis kariernya di majalah Tempo. Desk hukum dan nasional yang digawanginya cukup membuat pemberitaan majalah Tempo menjadi acuan pembaca. Posisi puncak sebagai redaktur pelaksana dijalaninya hingga kemudian dia hijrah dan memimpin majalah Forum Keadilan pada kurun waktu tahun 1991-1999. Di bawah arahan Karni, majalah Forum Keadilan menjadi salah satu referensi utama pembaca terutama untuk kasus-kasus hukum. Karni kemudian sempat memegang posisi sebagai komisaris majalah tersebut.

Awal kariernya di media televisi ketika Karni bergabung dengan stasiun televisi SCTV pada 1996. Meski SCTV bukanlah stasiun televisi khusus berita, Karni mampu membawa Program Liputan 6 sebagai program berita yang mampu bersaing dengan Metro TV yang lahir pada tahun 2000. Dengan tagline 'Aktual Tajam Terpercaya', beberapa karya jurnalistik Liputan 6 SCTV mendapat penghargaan bergengsi dan menjadi program berita terkemuka di Tanah Air.

Hanya enam tahun, Karni menggawangi SCTV. Pada tahun 2005, lulusan Fakultas Hukum UI itu 'dibajak' ANTV pada tahun 2005. Di televisi milik keluarga Bakrie ini, lagi-lagi Karni menunjukkan tangan emasnya. Berkat akses dan hubungan dekat yang dibangunnya dengan Polri, banyak tayangan-tayangan eksklusif terutama penggerebekan teroris menarik pemirsa. Yang paling dikenang ketika penangkapan gembong teroris Dr Azahari di Jalan Flamboyan Batu Malang pada tahun 2005. Label eksklusif yang menjadi jualan Karni Ilyas, begitu memikat para pemirsa. Tayangan tembak-tembakan dan diakhiri ledakan di sebuah rumah yang menjadi tempat persembunyian Dr Azahari menjadi capaian puncak Karni di ANTV.

Hanya dua tahun Karni memimpin program news ANTV. Pada 2007, Lativi yang diambil alih oleh Bakrie dibenahi. Konsep televisi berita dilahirkan. Lativi yang semula berisi siaran hiburan diubah total menjadi televisi berita yang bersaing langsung dengan Metro TV. Tanggal 14 Februari 2008, tvOne resmi mengudara.

Mengusung konsep news+sport, tvOne menjual program berita sebagai jualan utama. Berbagai karya dan ide-ide Karni Ilyas diwujudkan dalam berbagai program baik berita maupun tayangan-tayangan menarik. Yang paling fenomenal adalah program bincang-bincang atau talkshow 'Jakarta Lawyers Club' yang kemudian menjadi 'Indonesia Lawyers Club' atau ILC. Banyak tema menarik terutama seputar kasus korupsi yang membuat ILC menjadi acara talkshow di televisi yang ratingnya mampu mengalahkan sinetron. Sementara liputan eksklusif penggerebekan teroris juga tetap menjadi jualan utama seperti siaran langsung penangkapan penangkapan Noordin M Top pada 17 September 2009 Noordin di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Surakarta.
Atas kiprahnya selama ini, Karni Ilyas diganjar Panasonic Gobel Awards untuk kategori Lifetime Achievement Award pada bulan Maret 2012.

Kini, Karni Ilyas dikabarkan akan menangani Global TV. Sentuhan tangan emas pria bersuara serak ini ditunggu publik. Hary Tanoesoedibjo, pemilik Media Nusantara Citra (MNC) Grup, perusahaan induk RCTI, Global TV, dan MNC TV sudah mengatakan akan memosisikan Global TV sebagai stasiun TV yang fokus pada tayangan pemberitaan.

PENDIDIKAN
  • Fakultas Hukum Universitas Indonesia
KARIR
  •  Suara Karya, 1972
  •  Tempo, 1978
  •  Forum Keadilan, 1991-1999
  •  SCTV, 1996
  •  ANTV, 2005
  •  tvOne, 2008- sekarang
PENGHARGAAN
  • Panasonic Gobel Awards, Kategori Lifetime Achievement Award, 2012.

Langganan berita!

Butet Kartaredjasa

Nama Lengkap : Butet Kartaredjasa
Alias : No Alias
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jogjakarta
Tanggal Lahir : Selasa, 21 November 1961
Zodiac : Scorpion
Warga Negara : Indonesia

Saudara : Gregorius Djaduk Ferianto, Ida Manutranggana, Elia Gupita, Rondang Ciptasari, Otok Bima Sidharta, Purbasari Ayuwangi
Ayah : Bagong Kussudiardjo
Istri : Rulyani Isfihana
Anak : Giras Basuwondo, Suci Senanti, Galuh Paskamagma
BIOGRAFI
 
Butet Kartaredjasa  lahir di Jogjakarta, 21 November 1961. Dia adalah seorang pemeran teater dan pelawak asal Indonesia. Pada tahun 1996, Butet mendirikan Galang Communication, sebuah institusi periklanan dan studio grafis, yang kemudian diikuti dengan mendirikan Yayasan Galang yang bergerak dalam pelayanan kampanye publik untuk masalah-masalah kesehatan reproduksi berperspektif jender.

Butet adalah anak dari Bagong Kussudiardjo, koreografer dan pelukis senior Indonesia. Doa merupakan saudara Djaduk Ferianto. Aksinya yang sangat terkenal adalah dengan menirukan suara mantan presiden RI, Soeharto dalam setiap pementasannya.

Butet sangat aktif terjun di teater hingga saat ini. Pria 52 tahun itu pernah bergabung di Teater Kita-Kita (1977), Teater SSRI (1978-1981), Sanggarbambu (1978-1981), Teater Dinasti (1982-1985), Teater Gandrik (1985-sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993-1994), Teater Paku (1994), Komunitas seni Kua Etnika (1995-sekarang).

Seniman satu ini juga memerankan tokoh SBY (Si Butet Yogja) dalam Republik Mimpi di TV One yang merupakan pameo dari presiden RI, SBY. Dia sering menunjukkan kepiawaiannya berakting dalam beberapa film layar lebar seperti Maskot dan Banyu Biru. Wajahnya pun familiar di beberapa iklan televisi, dan sinetron. Sejak 2010 bersama aktor Slamet Rahardjo, Butet bermain dalam program mingguan "Sentilan-Sentilun" di MetroTV.

Tahun 2011 bersama Agus Noor dan Djaduk Ferianto, Butet menggagas program INDONESIA KITA, sebuah forum pergelaran seni untuk meyakini kembali proses ke-indonesia-an melalui jalan kesenian dan kebudayaan.

Sekarang Butet tercatat sebagai Ketua Yayasan Bagong Kussudiardja. Butet pernah bergabung di Teater Kita-Kita  (1977), Teater SSRI (1978-1981),Sangar Bambu (1978-1981), Teater Dinasti (1982-1985), Teater Gandrik (1985-sekarang), Komunitas Pak Kanjeng (1993-1994), Teater Paku (1994), Komunitas seni Kua Etnika (1995-sekarang). Selain itu, Butet merupakan aktor yang biasa memerankan pentas secara Monolog.

Terakhir, dia beradu peran dalam film Soegija. Dalam film garapan sutradara Garin Nugrohjo tersebut, Butet dituntut untuk tidak melucu. Meskipun dunia seni dan film bukanlah sesuatu hal yang baru bagi sosok Butet, tapi dia sangat kesulitan untuk membatasi diri agar tidak beradegan melucu.

Film Soegija adalah proyek layar lebar pertamanya dengan Garin Nugroho. Lewat film yang diadaptasi dari tokoh bangsa sekaligus uskup pribumi pertama di Indonesia yang bernama lengkap Mgr. Albertus Soegijapranata ini, seniman tiga anak tersebut mengaku memiliki banyak pengalaman yang sangat berkesan.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
  • Sekolah Menengah Seni Rupa (1978-1982)
  • Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta (tidak selesai, 1982-1987)
KARIR
  • Pemain Teater
  • Pemain Layar Lebar
  • Ketua Yayasan Bagong Kussudiardja
PENGHARGAAN
  • Aktor Terbaik Festival Teater SLTA se-DIY ke-2 (1979)
  • Aktor dan Sutradara Terbaik Festival Teater SLTA se-Daerah Istimewa Yogyakarta k-4
  • Juara Pertama Lomba Esai Taman Ismail Marzuki (1982)
  • Juara Pertama Lomba Esai tentang Wartawan, LP3Y (1983)
SOCIAL MEDIA
 
twitter.com/masbutet

Langganan berita!

Bismar Siregar

Nama Lengkap : Bismar Siregar
Alias : No Alias
Tempat Lahir : Sipirok, Sumatera Utara
Tanggal Lahir : Sabtu, 15 September 1928
Zodiac : Virgo
Hobby : Melukis
Warga Negara : Indonesia

No Relation






BIOGRAFI

Bismar Siregar adalah mantan hakim agung Mahkamah Agung (MA). Dia menjadi Hakim Agung periode 1984-2000. Selama hidup dia dikenal sebagai sosok hakim agung yang progresif.
Alumnus Universitas Indonesia ini mengawali karir dengan menjadi Jaksa di Kejaksaan Negeri  Palembang pada 1957 hingga tahun 1959. Kemudian berlanjut di Kejaksaan Negeri Makasar dan Ambon pada tahun 1959 - 1961. Karir sebagai hakim dimulai pada tahun 1961 pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Saat bersekolah di bangku Sekolah Dasar, Bismar Tidak lulus. Namun kegigihan luar biasanya berbuah hasil saat dia akhirnya diterima saat mendaftar ke SMP di Sipirok. Karena kondisi keuangan yang tidak baik, bangku SMA baru dilanjutkan di tanah perantauan Bandung. Seragam putih abu-abu baru ditanggalkannya 10 tahun kemudian.
Nasib baik berpihak pada Bismar. Dengan kemampuan yang dimiliki, dia berhasil memanfaatkan peluang saat mengikuti ujian penerimaan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pintu menjadi hakim pun terbuka.

Namanya juga pernah tercantum sebagai hakim di PN Pontianak selama 6 tahun hingga 1968. Kemudian Bismar menjadi panitera di Mahkamah Agung pada 1969-1971. Kariernya menanjak saat menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara/Timur pada 1971-1980.
Pria kelahiran Sipirok, Sumatera Utara, 15 September 1928 ini memang telah lama meninggalkan kursi pengadil, namun namanya masih terus akrab di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, sejumlah keputusan keras lahir dari balik pribadi yang lembut. Bagi beberapa orang, keputusan hukum yang dibuat Bismar terlihat kontroversial. Ketegasannya Bismar ditunjukkan bahwa dia tidak mau disuap dan tidak bisa dibeli.

Sosok Bismar menjadi cermin bagi para hakim karena kebeningan hati nuraninya. Nurani inilah yang selalu menjadi andalan Bismar setiap kali mengambil keputusan, sebab baginya hati nurani tidak bisa diajak berbohong.

Tak berlebihan bila dikatakan Bismar Siregar adalah pendekar hukum langka yang berani melawan arus demi tegaknya keadilan. Baginya, undang-undang dan hukum hanyalah sarana untuk mencapai keadilan. Semasa menjadi hakim, Bismar kerap melakukan terobosan hukum. Ia pun tak mau diintervensi siapapun dalam mengambil keputusan, termasuk oleh atasannya.
Bismar sempat mengenyam pendidikan di National College of The State Judiciary, Reno, AS pada 1973, America Academy of Judicial Education, Tescaloosa, AS di tahun yang sama, dan Academy of American and International Law, Dallas, AS, pada 1980.

Bismar menghembsukan nafas terakhirnya pada hari Kamis, 19 April 2012 pada pukul 12.25 WIB di Rumah Sakit Fatmawati. Dia mengalami pendarahan di kepala dengan sebelumnya mendadak pingsan pada 16 April 2012 ketika melukis di rumahnya.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
  • 1973 National College of The State Judiciary, Reno
  • 1973 America Academy of Judicial Education, Tescaloosa, AS
  • 1980 Academy of American and International Law, Dallas, AS, pada 1980.
KARIR
  • 1984 - 2000 Hakim agung Mahkamah Agung (MA)
  • 1957 - 1959 Jaksa di Kejaksaan Negeri  Palembang
  • 1971 - 1980 Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara/Timur

Langganan berita!

Boaz Solossa

Nama Lengkap : Boaz Solossa
Alias : No Alias
Tempat Lahir : Sorong, Papua
Tanggal Lahir : Minggu, 16 Maret 1986
Zodiac : Pisces
Warga Negara : Indonesia

Saudara : Ortizan Solossa.






BIOGRAFI
 
Boaz Theofilius Erwin Solossa atau yang lebih sering dikenal Boaz Solossa adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Indonesia. Ia lahir pada tanggal 16 Maret 1986 di Sorong, Papua. Saat ini ia merupakan salah satu punggawa dari klub Persipura Jayapura dan bermain pada posisi penyerang. ia juga termasuk salah satu punggawa dari timnas Indonesia.

Selain itu Boaz merupakan adik kandung dari pemain sepak bola terkenal yaitu Ortizan Solossa. Boaz memulai karir sepakbola di klub amatir PS Putra Yohan, Sorong pada 1999. Namun hanya semusim, lalu dia bergabung dengan klub Perseru Jayapura.

Dia pernah tampil bersama tim PON Papua. Penampilannya yang memukau membuat Boaz digaet oleh Persipura. Dia menjadi pemain termuda di klub tersebut. Pelatih Timnas Peter Withe juga menarik Boaz ke timnas untuk tampil di Piala Tiger.

Di usia 18 tahun dia memiliki fisik, kecepatan dan dribbling yang sempurna. Namun, dia pernah berulah dengan menolak panggilan PSSI untuk membela timnas U-23. Hal itu membuat otoritas sepakbola nasional berang dan mengancam menjatuhkan sanksi berat. Salah satunya tidak mengizinkan Boaz dan beberapa pemain lain yang menolak tampil bersama timnas, untuk tampil di pentas resmi PSSI. Tapi akhirnya hukuman itu urung dijatuhkan, setelah Boaz bersedia kembali tampil.


KARIR
  • Karir Junior:
  • 1998-1999 : PS Putra Yohan Sorong
  • 2000-2001 : Perseru
  • 2002-2004 : Tim PON Papua
  • Karir Senior:
  • 2005-Sekarang :    Persipura
  • Karir timnas:
  • 2007 : Indonesia U-23     
  • 2004-Sekarang :    Indonesia
PENGHARGAAN
  • Pencetak Gol Terbanyak Pekan Olahraga Nasional ke - 16 bersama Tim PON Papua tahun 2004 dengan 10 gol
  • Pencetak Gol Terbanyak Indonesia Super League bersama Persipura musim 2008-2009 dengan 28 gol
  • Pemain Terbaik Indonesia Super League musim 2009-2010, 2010-2011

Langganan berita!

Bondan Haryo Winarno

Nama Lengkap : Bondan Haryo Winarno
Alias : Pak Bondan | Bondan Winarno
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Surabaya
Tanggal Lahir : Kamis, 20 April 1950
Zodiac : Aries
Hobby : Jurnalis | Kuliner
Warga Negara : Indonesia

Istri : Yvonne Winarno






BIOGRAFI
 
Bondan Winarno, atau yang akrab disapa dengan panggilan Pak Bondan, namanya memang mulai dikenal sejak menjadi presenter kuliner yang mengajak pemirsa berkeliling negeri, bahkan luar negeri, untuk mencicipi sajian khas di tiap daerah. Tagline "pokok'e maknyus" membuat sosok ini makin terkenal.

Namun, sosok pria kelahiran Surabaya ini hendaknya tak dipandang hanya sebagai ahli kuliner. Pengalaman hidupnya jauh lebih beragam daripada sekedar icip-icip masakan nikmat dari satu restoran ke restoran lain. Meski tak bisa dipungkiri, bidang satu ini tak pernah bisa jauh dari hidupnya dan selalu melekat dalam dirinya, apapun profesi yang dijalaninya.

Hidup dalam keluarga besar dengan 8 orang anak, Bondan kecil sudah mengenal kuliner dari ibu yang berasal dari Madiun dan jago masak, seperti yang diakuinya dalam berbagai wawancara. Walaupun tak merasa dirinya anak kesayangan dalam keluarga, Bondan kecil cukup pantas dikagumi dengan kegemarannya meraup informasi. Hobi membaca disalurkannya dengan berlangganan berbagai majalah dan buku, termasuk sering berkunjung ke Perpustakaan Semarang, yang sayangnya harus dilakukannya secara sembunyi-sembunyi demi menghindari ejekan kawan-kawan di sekolah yang menganggapnya terlalu serius.

Selepas SMA, Bondan sempat berniat melanjutkan sekolah ke Fakultas Sastra. Sayangnya, keinginan ini ditentang oleh sang ibu yang menganggap profesi sastrawan tidak menjanjikan. Demi orang tua, Bondan pun mengalah dan bersekolah di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro.
Namun belum sempat selesai, Bondan sudah menjadi fotografer Puspen Hankam di Jakarta hingga tahun 1970. Setelah itu, ia berpindah-pindah kerja, tetapi tetap tidak lepas dari lingkup komunikasi massa. Sempat bertugas sebagai wartawan ke berbagai negeri, antara lain ke Kenya, Afrika. Sebagian pengalamannya dari negeri itu ia tuangkan menjadi cerpen berjudul Gazelle, yang kemudian memenangkan hadiah pertama lomba penulisan cerpen majalah Femina pada tahun 1984. Menulis sudah hampir merupakan kebiasaan bagi Bondan. Ia pun bisa menulis di mana saja, di pesawat udara, di mobil, atau bahkan di toilet.

Karir Bondan dimulai dengan menjadi seorang jurnalis, tepatnya Pimred Majalah Swa, sebuah majalah ekonomi, di tahun 1985. Tak sampai dua tahun, karirnya melesat ke arah berbeda, justru karena rengekan Gwen, anaknya, yang ingin bersekolah di Amerika. Gaji sebagai jurnalis dirasa tidak cukup, hingga Bondan berniat mencoba menjadi pengusaha.

Hal ini tak sulit dicapainya, terutama karena kesempatan yang diberikan pengusaha muda Sutrisno Bachir. Dengan ujian perjanjian bisnis di Jepang yang berhasil dilakoni Bondan dengan sangat baik, pria ini akhirnya berkesempatan untuk mengepalai cabang perusahaan seafood yang berlokasi di Amerika.
Setelah sempat berbisnis dan tinggal di Los Angeles dan Seatlle, pria yang bergelar Pangeran Raden Haryo Mangkudiningrat ini menyadari dunia ini tak sesuai untuknya. Bondan kembali ke Indonesia tanpa membawa Gwen, yang meneruskan sekolah di Amerika. Di Indonesia, Bondan kembali menekuni dunia yang dicintainya, jurnalisme.

Namanya tercatat sebagai jurnalis di berbagai media, seperti Kompas, Matra, Asian Wall Street Journal, Far Eastern Economic Review, Jakarta Post, Kompas, Bisnis Indonesia, Kontan, Swa, Suara Pembaruan, dan Detik.com. Selain itu, Bondan juga dikenal sebagai penulis cerpen dan wartawan investigatif. Karyanya, Bre-X: Sebungkah Emas di Kaki Pelangi membawa kesuksesan baginya, yang sayangnya tak berlangsung lama. Buku Bondan dilarang terbit setelah dirinya dipanggil oleh salah satu pejabat.

Kematian ayah dan kakak di usia muda membawa duka sekaligus niatan baru untuk Bondan. Dirinya pun memutuskan untuk menjalani masa pensiun sebagai pengusaha dan jurnalis, banting setir ke dunia kuliner. Dengan alasan keseimbangan hidup, Bondan resmi pensiun setelah kontraknya sebagai Pimred Suara Pembangunan habis setelah 3 tahun.

Dunia kuliner 'menemukannya' di tahun 2000. berkat tawaran Ninok Leksono, Bondan mulai menjadi penulis rubrik Pariwisata untuk Cyber Media. Lambat laun, tulisan Bondan mulai fokus di dunia kuliner yang ditayangkannya di kolom Jalasutra, yang kini telah memiliki lebih dari 8.000 anggota di seluruh dunia. Tulisannya seputar kuliner sempat dipandang sebelah mata, mengingat dirinya dulu berprofesi sebagai penulis bidang ekonomi dan investigasi yang cukup mumpuni. Mendengar kritik ini, Bondan tak menganggapnya serius, karena baginya, kedua profesi ini sama terhormatnya karena keduanya dilakukan dengan serius demi menghasilkan karya terbaik.

Tahun 2005 adalah awal karirnya di dunia hiburan. Digaet oleh PT Unilever, Bondan melahirkan program Bango Cita Rata Nusantara dengan visi berusaha mempopulerkan pusaka kuliner Indonesia. Komentar 'mak nyus' mulai menjadi ciri khasnya, walau tak diakuinya sebagai 'trade-mark'. Ungkapan ini 'dipinjamnya' dari Umar Kayam, yang sering melontarkan ungkapan yang sama tiap kali menyantap hidangan lezat. Setelah 15 bulan menjadi presenter Bango Cita Rata Nusantara, pria yang gemar memasak di rumah untuk keluarga besarnya ini memutuskan untuk mundur.

Tak lama, Bondan kembali digaet Trans TV untuk menjadi pembawa acara program Wisata Kuliner. Berbagai pengalaman berharga tak hanya dialami Bondan, namun juga para kru yang harus bekerja sama dengannya di berbagai daerah, juga para fans yang setia mengikuti perjalanan Wisata Kuliner di seluruh penjuru negeri. Kerja keras dan kedisplinan Bondan sangat dihafal para kru, yang juga menunjukkan bahwa Bondan adalah sosok yang begitu profesional dan cerdas. Walau sudah menjadi selebriti, pria ini mengaku tak terbiasa dengan kehadiran para penggemar, bahkan sering terganggu dengan mereka yang kurang sopan.

Namun, saat berada di puncak popularitas, Bondan sekali lagi memilih berhenti dan mundur. Dirinya berniat menikmati hidup bersama keluarga dengan berwisata ke berbagai daerah. Hal ini tak berarti Bondan lantas menganggur. Kakek enam cucu ini masih berencana menciptakan sebuah program motivator demi pengembangan diri  yang diharapkan akan membantu peningkatan kualitas individu.

Riset dan analisa oleh Ellyana Mayasari.

PENDIDIKAN
  • Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang (tidak selesai, 1970)
  • Kursus Marketing & Financial Management, Jakarta (1975)
KARIR
  • Pimred Majalah Swa (1985 - 1987)
  • Presiden Mitra Inc (perusahan seafood di Los Angeles) (1989-1991)
  • Presiden Ocean Beauty International (perusahaan seafood di Seattle) (1991-1994)
  • Penerbit Globalink (majalah milik Garuda Indonesia) (1994-1998)
  • Penulis cerpen untuk Kompas dan Matra (1994-1998)
  • Editor Asian Wall Street Journal, Far Eastern Economic Review, Jakarta Post, Kompas, Bisnis Indonesia (1994-1998)
  • Penulis profil profil Telkom, Indosat, freeport, dan Petrokimia Gresik (1994-1998)
  • Kolumnis Kontan dan Swa (1994-1998)
  • Penasehat pribadi Menteri Informasi RI (1998)
  • Staf Bank Dunia (1998)
  • Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka Alam Nusantara (1999-2001)
  • Pimred Suara Pembaruan (2001-2003)
  • Komisaris independen Detik.Com (2004-sekarang)
  • Wartawan senior Suara Pembaruan (2004-sekarang)
  • Presenter acara kuliner (2004-sekarang)
PENGHARGAAN
  • Baden Powell Adventure Award dari lembaga pramuka dunia (1967)
  • Satyalencana Pembangunan dari pemerintah RI (1988)
  • Gelar kanjeng Raden Haryo Mangkudiningrat dari PB XII (2001)
  • Gelar Kanjeng Pangeran dari PB XIII (2006)
SOCIAL MEDIA
 
http://kopitiamoey.com
http://bondanwinarno.blogseleb.com

Langganan berita!

Boy Rafli Amar

Nama Lengkap : Boy Rafli Amar
Alias : Boy Rafli
Tempat Lahir : Madiun
Tanggal Lahir : Jumat, 7 Oktober 1960
Zodiac : Balance
Warga Negara : Indonesia

No Relation







BIOGRAFI
 
Dari seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), boleh jadi nama Boy Rafli Ahmad-lah yang paling banyak didengar dan dibaca publik di berbagai media elektronik maupun cetak. Apalagi jabatannya sebagai Kepala Bagian Penerangan Umum Polri mengharuskannya menjadi juru bicara kepada publik untuk berbagai kasus yang ditangani pihak berwajib, khususnya Mabes Polri.
Dia mengawali karirnya sebagai polisi di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 sebagai Inspektur Dua (Ipda). Sejak tahun 1991, pangkatnya naik setingkat menjadi Inspektur Satu (Iptu).

Dan sejak saat itu, karir Boy terus menanjak. Hingga di tahun 1999, dengan pangkat melati satu di pundaknya atau Komisaris. Di tahun itu pula, pria penggemar gado-gado ini berangkat ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.
Boy sempat muncul di berbagai media, memberikan komentar atas berbagai kasus, termasuk kasus Negara Islam Indonesia (NII), perseteruan Kostrad dan Brimob, Geng Motor, video porno mirip anggota DPR, kartu Inafis, dan TKI korban penembakan polisi Malaysia.

Riset dan analisa oleh Ellyana Mayasari.

PENDIDIKAN
  • Akademi Kepolisian, 1988
KARIR
  • Kapoltabes Padang
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009)
  • Kabagpenum Ropenmas Divhumas POLRI (2010)
  • Karopenmas Divhumas POLRI (2012)
  • Inspektur Dua (Ipda)
  • Inspektur Satu (Ipsu)
PENGHARGAAN
  • Tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan
SOCIAL MEDIA
 
Twitter: @boyrafliamar

Langganan berita!

Boyke Dian Nugraha

Nama Lengkap : Boyke Dian Nugraha
Alias : dr. Boyke
Tempat Lahir : Bandung, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Jumat, 14 Desember 1956
Zodiac : Sagittarius
Warga Negara : Indonesia

Istri : dr. Hj. Ferry Lasemawati, SpRad






BIOGRAFI

Dokter Boyke Dian Nugraha merupakan dokter spesialis Kandungan yang lantang berbicara secara terbuka, mengenai kesehatan kandungan, bahkan juga seks secara global di berbagai media cetak maupun elektronik. Tak heran jika akhirnya pria bernama lengkap Boyke Dian Nugraha ini begitu dikenal masyarakat Indonesia.

Melihat sosok dan penampilannya yang lembut, mungkin tak banyak orang yang menyangka bahwa Boyke kecil dibesarkan di keluarga tentara yang sangat disiplin. Sang ayah, Subagio Danusasmita adalah seorang tentara yang bertugas di Lemhannas. Bersama sang ibu yang berprofesi sebagai guru dan ibu rumah tangga, Boyke dan keempat adiknya tak henti belajar bersikap kedisiplinan dalam berbagai hal. Pendidikan masa kecil ini terbukti berguna di masa depan, dengan kesuksesan yang didapatkan Boyke dan adik-adiknya di berbagai bidang, termasuk ekonomi, teknologi, psikologi dan hukum.

Pendidikan dasar pria berkacamata ini dihabiskan di sekitar Bandung. Boyke harus berpindah-pindah sekolah sampai jenjang SMP karena profesi tugas ayahnya, mulai dari Karang Tunggal, Tasik, Garut, dan Bandung. Menginjak SMA, Boyke akhirnya berdomisili di Jakarta, yang memberinya kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di ibukota.

Dengan prestasi akademik yang mengagumkan, Boyke diterima di 3 perguruan tinggi bergengsi, yaitu Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Teknologi Industri ITB. Setelah menjajal kuliah di ITB selama beberapa bulan, Boyke akhirnya menyadari bahwa dirinya lebih tepat untuk mendalami bidang medis, hingga akhirnya pria ini memilih untuk menjalani kuliah di Fakultas Kedokteran UI.

Gelar dokter disandangnya setelah lulus kuliah di tahun 1981, yang membawanya ke Lampung sebagai dokter wajib kerja sarjana di Puskesmas Palas, Lampung Selatan. Di daerah ini, Boyke tak hanya mengabdikan diri sebagai tenaga medis namun juga sebagai tenaga pengajar. Dokter muda ini mendirikan sebuah sekolah yang diberinya nama SMA Pancaputra, di mana dirinya mengabdi sebagai Guru Kimia dan Bahasa Inggris. Dedikasi besar pada masyarakat Lampung inilah yang membuahkan sebuah penghargaan untuknya sebagai Dokter Puskesmas Teladan Se-Propinsi Lampung.
Tak cukup sebagai dokter umum, Boyke melanjutkan pendidikannya dan diresmikan sebagai Dokter Spesialis Kandungan. Dengan status baru, Boyke bertugas sebagai dokter spesialis di RSU Masamba, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Selain menjadi dokter, sekali lagi Boyke mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar, namun kali ini untuk para calon bidan desa di SPK Palopo.

Kedua pengalaman di daerah ini membawa kesan yang sangat mendalam baginya. Di Lampung, Boyke kerap menemui para siswinya yang dinikahkan karena hamil. Sedangkan, di Sulawesi Selatan, Boyke sering berhadapan dengan kasus perselingkuhan yang dialami pasiennya. Karena pengalaman-pengalaman berharga ini, Boyke terinspirasi untuk mendalami masalah seksual sekaligus kandungan, yang banyak melatarbelakangi kasus-kasus pasiennya.

Kesempatan datang padanya saat kembali ke Jakarta dan menjabat sebagai Kepala Humas Rumah Sakit Kanker Dharmais.Di Jakarta, tepatnya tahun 1998, Boyke mendirikan sebuah klinik yang dikhususkan untuk menangani masalah keharmonisan rumah tangga, khususnya masalah hubungan suami istri. Kliniknya mewadahi para pasien yang tak tahu ke mana harus mengadu mengenai masalah yang sangat pribadi dan sensitif ini. Agar dapat melayani para pasien dengan baik, ayah tiga anak ini kembali memperdalam ilmu dengan menghadiri berbagai seminar dan kongres di negara-negara Asia, Amerika dan Eropa.

Selain melayani pasiennya di Klinik Pasutri, Boyke juga kerap memberikan ceramah dan seminar seputar seks di berbagai wilayah di Indonesia. Berbagai sekolah, universitas dan organisasi mengundangnya untuk memberikan arahan mengenai masalah seksual dan keharmonisan suami istri. Sayangnya, hal ini sering mendapat kecaman karena seks masih dianggap tabu oleh masyarakat umum. Namun Boyke tak gentar, dan semakin gencar mengkampanyekan seks sehat bagi para suami istri yang mendambakan keharmonisan.

Pria ini tak hanya berkutat di dunia medis. Banyak yang tak menyangka bahwa suami dr. Hj. Ferry Lasemawati, SpRad ini juga gemar bernyanyi. Bahkan kegemarannya ini mendorongnya untuk memulai bisnis di dunia hiburan dengan mendirikan satu perusahaan rekaman bernama DNB Records. Bisnis rupanya cukup menarik bagi mantan ketua senat mahasiswa UI ini. Selain perusahaan rekaman, Boyke juga sibuk mengurus perusahaan produk pembersih kewanitaan, PT Cahyadi Mulia Nugraha.
Kesibukannya sebagai pembicara di televisi mendekatkannya pada dunia hiburan. Bahkan di tahun 2008, sang dokter pernah membintangi 3 film layar lebar sekaligus, yakni Basahhh..., Drop Out dan Cintaku Selamanya. Dengan banyaknya kegiatan yang dilakoninya, Boyke tak pernah berhenti memberikan pencerahan bagi mereka yang memiliki masalah seksual. Walau tak selalu bisa secara langsung memberikan ceramah, Boyke masih mampu menyalurkan ilmunya lewat empat buku bertema kesehatan seks yang ditulisnya, Apa Yang Ingin Diketahui Remaja Tentang Seks, Problema Seks dan Cinta Remaja, Problema Seks dan Organ Intim, Rahasia Pasien Misteri Dokter dan Misteri Seputar Organ Intim.

Riset dan analisa oleh: Ellyana Mayasari

PENDIDIKAN
  • Teknologi Industri ITB
  • Fakultas Kedokteran UI
KARIR
  • PTT di Puskesmas Palas, Lampung
  • Pendiri SMA Pancaputra (merangkap Guru Kimia dan Bahasa Inggris)
  • PTT di RSU Masamba, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan
  • Kepala Humas Rumah Sakit Kanker Dharmais
  • Pemilik DNB Records
  • PT Cahyadi Mulia Nugraha
PENGHARGAAN
  • Dokter Puskesmas Teladan Se-Propinsi Lampung (1985)
SOCIAL MEDIA
 
Facebook: Boyke Dian Nugraha
dokterboyke.com

Langganan berita!
List Profile Terbaru
top gossip
more stories

news seleb
latest news
photo sneak
have you read
news female
in the news
FILM news
news seleb
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news asian
in the news
FILM news
news asian
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news seleb
in the news
FILM news
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news asian
in the news
FILM news
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
recommended reading
  • KULINER
  • HEALT
  • TRAVEL
  • FASHION
  • FEMALE
  • LOVE
  • CANTIK
  • LIFESTYLE
  • YUNIK
  • FILM
HomeTentangKontakKetentuanDisclaimerMobileSite Map
© Copyright DBD :] 2012 - 2013 Some rights reserved
Hak cipta dilindungi oleh undang - undang
Proudly powered by www.yuuhu.info