find us on :

Healt
Life Style
Female

Kolom Khusus

Oto
Jakarta
Love
Game

Kolom Misteri

index

Teknologi

Gadget News
SpotLight
Event
Musik
Uang

PROFILE

+see more profile

TRAVEL

KULINER

YUNIK

HOT NEWS
BERITA FILM

Fashion

STYLE

CINTA

PERNIK

ZODIAK

Resep Masakan


Foto: batik. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dina
Yuuhu.info, Koleksi batik asli Iwan Tirta yang selama ini tersimpan memang mengesankan. Kain-kain batik bermotif itu tampak mencolok seperti lukisan yang indah, mengundang decak kagum sekaligus rasa bangga. Begitu juga yang terdapat di keramiknya.

Dari pintu masuk ruang pameran Museum Tekstil Jakarta, penataan koleksi Iwan sudah memberi efek kejut. Kain-kain berbagai corak itu menantang dengan motif-motif memukau mata.

Digelar selama 21 sampai 25 Juni 2013, pameran bertajuk "Tribute to Iwan Tirta; Unveiling the Untold Story" ini digelar di tiga ruang pameran, yakni ruang umum dan dua ruang private collection. Ruang umum menempatkan berbagai koleksi kain batik Iwan dari yang klasik hingga modern. Lalu juga ada keramik dengan motif yang juga beragam.

Yang menarik adalah kain batik dengan motif ksatriyan kawung pusaka mahakarya. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa dalam proses penciptaannya  Iwan terilhami ragam hias kraton Yogyakarta yang disebut "ksatriyan" dengan komposisi kotak-kotak. Motif ini biasa dikenakan oleh raja atau kerabat kraton, dan oleh Iwan Tirta digubah dan dimodifikasi dengan logo Pusaka Maha Karya.

Ada lagi motif ksatriyan parang pusaka mahakarya. Berbahan dasar katun, Iwan fokus pada motif parang yang merupakan penggambaran senjata tajam yang disusun miring diagonal dan kemitir berliku.

Masing-masing punya makna yang dalam tentang kehidupan. Garis kemitir selain dianggap mewakili lika-liku kehidupan, ada juga yang mengartikan sebagai lidah api atau dalam ilmu aji saka (togan aji dan keris) kemitir digambarkan sebagai luk, atau lengkungan keris. Semakin banyak luk, berarti semakin tinggi nilai magis dan keindahannya. Oleh Iwan Tirta ragam hias diseling penyusunannya dengan logo pusaka mahakarya.

Lainnya motif ksatriyan padi kapas silang yang dibuat tahun 1994. Dalam pembuatan kain ini, Iwan diilhami corak ragam hias batik ksatriyan dari kraton Yogyakarta. Dia lalu menciptakan gubahan baru dari corak komposisi ksatriyan yang beranyaman dimodifikasi dengan motif truntum yang dapat digambarkan sebagai lambang bintang.

Pada beberapa koleksinya ini terdapat logo trade mark Pusaka Iwan Tirta yang diaplikasikan dengan ragam hias ksatriyan yang berbentuk empat "mahkota" berkaitan seperti ceplokan bunga.

Di dua ruang private collection, koleksinya lebih membuat kejutan dan decak kagum lagi. Salah satunya karena koleksi motif naga yang saling berkait di atas kain sepanjang enam meter. Iwan membuatnya begitu detail dan mengesankan. Sama halnya dengan beberapa modifikasi motif sawunggaling dan parang yang dia buat lainnya.

Di samping tiga ruang tersebut, ada satu ruang khusus yang memutar video mapping berisikan gambar-gambar koleksi Iwan. Baik yang pernah diperagakan oleh model maupun corak motif yang ia bikin.

Desainer Musa Widyatmodjo mengungkapkan kalau koleksi ini sebagian besar memang belum pernah ditunjukkan ke publik. Surat kuasa diberikan Iwan pada Yayasan Pusaka Iwan Tirta untuk meneruskan dan mengembangkannya.

"Di ruang private itu ada kain batik dan keramik 33 provinsi, belum pernah dipublikasi dan diminta untuk tidak diambil gambarnya," katanya, di sela-sela pembukaan pameran.

Koleksi yang bernilai tinggi tersebut selama ini disimpan dan dijaga oleh Yayasan Pusaka Iwan Tirta. Ada rencana setelah pameran usai akan ditempatkan di museum khusus Iwan Tirta. Namun persoalannya, mesti diketahui siapa ahli waris yang lebih berhak. Ajang pameran ini sekaligus menjadi momen bagi Yayasan dan PT Pusaka Iwan Tirta untuk terbuka dalam berbicara dengan siapa saja yang tertarik mengelola koleksi Iwan Tirta.

"Melihat-lihat koleksi kain batik almarhum Iwan Tirta yang ini, membuat saya kagum dan menangis terharu," ujar Musa.

Langganan berita!

Foto: Koleksi Boyonz Ilyas, Merry Pramono, Nuniek Mawardi, dan Zikin yuuhu.info
Oleh: Dina
Yuuhu.info, Perkembangan desain busana muslim makin pesat dan menghadirkan nuansa yang baru. Setidaknya itu yang muncul dalam peragaan busana sesi "Chic dan Embellishment" yang dibawakan enam desainer di Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) di Jakarta Convention Center, Jumat (31/5/2013) lalu.

Jika Indonesia berniat menjadi kiblat fashion busana muslim dunia, show yang menghadirkan nuansa chic dari Boyonz Ilyas, Zikin, Nuniek Mawardi, Merry Pramono, Tuty Adib, dan Nana Krit tersebut patut jadi perhatian. Mereka seolah menyajikan busana yang beragam, modis, dan menjadikan jilbab atau penutup kepala sebagai aksesori busana.

Boyonz Ilyas membawa koleksi desain busana muslim yang chic dengan tema "The Gray of Expectations Sun". Warna dasar abu-abu menjadi olahan utamanya dengan potongan gaun, terusan, blus, dan rok panjang.

Boyonz lebih menekankan permainan detail di bagian dada, leher, dan lengan. Ada variasi seperti kerut di dada, atau lipit-lipit di leher dan ujung lengan. Dengan padu padan abu-abu dan hitam atau coklat, koleksi ini tampil dingin namun elegan.

Nuansa chic tampil beda di tangan Zikin yang mengusung "Royal Influence". Inspirasi jubah ala kerajaan China atau Dinasti Ming tampil kentara dalam koleksinya, yang diaplikasikan ke dalam busana  satu piece atau kombinasi blus dan rok.

Sebagai penegas kesan yang ingin disampaikan, Zikin membuat jaket panjang dan pendek dengan bahan silk crepe dan sifon. Penambahan trimming dengan materi beads dan logam menjadikannya sedikit mencolok. Sementara blok motifnya memberi kesan ringan dan edgy.

Nuniek Mawardi membawa gaya Skotlandia ke dalam rancangannya yang bertajuk "Scott". Sebagai penandanya, ada rok kotak-kotak warna merah atau yang terkenal disebut kilt. Bedanya, Nuniek menjadikannya dalam bentuk lain seperti selempang yang melilit asimetris dari kiri ke kanan dalam balutan busana muslim warna biru.

Diiringi bunyi-bunyian alat musik khas Skotlandia, serta gambar-gambar kilt di layar, koleksi ini cukup mencuri perhatian. Jilbab tidak hanya tampil sebagai penutup kepala biasa, tapi menjadi bagian dari aksesori busana.

Lain Nuniek, lain lagi yang ditampilkan Sisesa by Merry Pramono. Merry lebih memilih mengusung kesan romantis dalam rancangan yang menonjolkan sisi feminin dengan cutting, drapping, dan siluet yang indah dalam tema "Romantic Youth". Karena itu juga, koleksi ini tampil dalam dominasi warna-warna yang cerah. Aksen lipit di baju dan lengan makin menegaskan kesan yang ingin ia sampaikan.

Berikutnya, ada Tuty Adib yang memperagakan koleksinya dalam tema "Colours of Romance". Seperti terinspirasi musim semi, koleksi Tuty hadir dengan warna-warna bunga indah, segar, fresh, senada dengan musim semi dengan dominasi dusty pink, pink kecoklatan, dan sedikit sentuhan tembaga.

Potongan yang diperagakan berupa terusan, blus, dan rok panjang memberi kesan feminin dan anggun, ditambahi aksen gaya lengan puff, tulip, aplikasi bunga-bungaan, serta taburan daun-daun. Untuk koleksinya ini, Tuty menggunakan bahan sifon, brokade, tulle, dan sutra organdi, dengan aksesori kalung dan bros.

Kesan modern makin kental dalam koleksi Maharani by Nana Krit. Mengusung "Muslim Wear in Modernity", Nana menampilkan koleksi dominasi warna hitam dengan desain blus dan celana pas badan. Ada permainan aksen kerut atau detail di bagian leher, dada dan ujung lengan, yang membuatnya ringan tapi tetap chic. Rancangan busana itu dipadu dengan jilbab yang juga dililit sederhana tak bertumpuk, membentuk muka menjadi tampak tirus.

Masing-masing desainer membawa 10 outfit dalam koleksinya kali ini. Pagelaran ini diadakan pada hari kedua IIFF yang berlangsung sampai 2 Juni 2013. Sejak hari pertama digelar (30/5/2013), ragam busana muslim yang hadir turut membuka mata dan menunjukkan perkembangan pesat dunia fashion busana muslim.

Langganan berita!

Foto: IIFF. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Feninda
Yuuhu.info, Nama Ida Royani dan Itang Yunasz sudah sangat identik dengan desain busana muslim. Keduanya termasuk desainer senior yang dalam pagelaran Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2013, memberi suguhan mengesankan dalam peragaan busana bertajuk "The Legend".

Itang Yunasz mengawali pagelaran dengan koleksi terbarunya yang ia beri judul "Tabrish". Koleksinya didominasi kaftan yang elegan, cerah, dan berkesan mewah. Tabrish, seperti disampaikan Itang, adalah nama sebuah desa di Iran yang terkenal dengan karpet-karpet yang indah. Motif dari permadani inilah yang menjadi inspirasi utama desainer berusia 54 tahun itu dalam koleksinya.

Motif-motif permadani itu lalu dicetak di bahan sutra dengan bermacam bentuk. Dari sajadah hingga karpet lebar. Motif-motifnya memenuhi bagian depan kaftan atau secara penuh dalam satu busana. Ragam motif itu kemudian dimodifikasi lagi oleh Itang dengan menggunakan bentuk lain, seperti kupu-kupu atau sayapnya saja dengan warna magenta.
Selain kaftan, koleksi Tabrish juga menyodorkan berbagai bentuk celana dengan ornamen-ornamen yang khas busana muslim. Total ada 20 outfit yang ditampilkan Itang pada peragaan di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Kamis (30/5/2013) lalu. Menurutnya, koleksi ini merupakan karya terbaru yang ia siapkan khusus kurang lebih selama tiga bulan.

Saat pembaca acara menyebutnya sebagai "legenda", dengan sedikit merendah Itang mengatakan dirinya masih belum pantas disebut demikian. "Mungkin Ida Royani lebih tepat," ujarnya.

Ida Royani sendiri mencuri perhatian lewat peragaan yang ia beri judul "West to East". Sosok khas Ida muncul dalam koleksinya yang didominasi warna-warna gelap dan penggunaan tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selalu dia usung.

Sama dengan Itang, desainer yang sudah berkiprah lebih dari tiga dekade ini menampilkan 20 outfit yang terdiri atas busana muslim seperti kaftan, blus, dan rok dengan jubah penutup kepala yang berukuran besar.

Di sesi awal, hadir enam busana yang didominasi warna hitam dan keemasan. Ada beberapa aksen warna merah untuk blus atau penutup kepala. Koleksi berikutnya beranjak ke warna-warna merah dan warna tanah, dengan motif cetak yang khas.

"Kali ini saya bikin motif dari daerah Batak, sesuai permintaan suami saya," ujar Ida beralasan.

Maka jadilah kombinasi tenun NTT miliknya berpadu dengan motif batak dalam siluet busana muslim yang mengesankan, modis, serta elegan. Di beberapa busana terselip potongan asimetris atau kombinasi yang pas antara blus dengan rok atau celana panjang.

"Koleksi kali ini menunjukkan karakter saya yang sebenarnya," tutur Ida lugas.

Itang Yunasz dan Ida Royani menjadi dua dari sejumlah desainer busana muslim yang turut memperagakan koleksi busananya dalam pergelaran IIFF. Pekan fashion ini berlangsung dari 30 Mei sampai 2 Juni 2013 di Assembly Hall JCC Jakarta.

Langganan berita!

Foto: busana muslim. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dina
Yuuhu.info, Peragaan busana muslim punya cerita menarik tersendiri. Terutama karena tidak hanya berkaitan dengan baju atau celana yang akan ditampilkan tapi juga bagaimana jilbab atau penutup kepala yang dipakai cepat jadi, dan peragaan berlangsung tanpa jeda yang lama.

Seperti diketahui model jilbab saat ini sangat beragam. Intinya adalah bagaimana ia bisa menutupi kepala hingga bagian dada. Tapi karena waktu yang singkat saat peragaan busana, pilihannya adalah membuatnya mini dan dililit supaya tidak rumit.

Inilah yang kemudian terjadi pada pagelaran busana muslim Itang Yunasz yang bertajuk Spice Trail: Festive to Ramadhan". Dalam beberapa set, ada model yang berjalan dengan jilbab yang berkesan terlalu sederhana, hanya dililit bagian ujungnya sehingga menampakkan bagian leher dan dada yang terbuka. Sejatinya busana muslim selalu tertutup dari atas sampai ke bawah.

“Itu untuk menyingkat waktu saja, jadi jilbabnya bukan bagian dari koleksi,” ujar Itang beralasan, saat ditemui usai show di di Atrium Pasar Regional Tanah Abang Blok B, Jakarta, Selasa (28/5/2013). Menurutnya, membuat jilbab dengan berbagai gaya akan membutuhkan banyak waktu sementara koleksi yang ditampilkan masih banyak.

Jilbab mini dan simpel itu cukup mencolok karena ketika model berjalan. Karena, kaftan yang panjang menutupi sampai mata kaki ternyata menampilkan potongan busana dengan bentuk  V di bagian dada. Selain itu, juga menampakkan sedikit bagian leher dari jilbab yang menutupi batok kepala.

Soal lilit-melilit jilbab ini menjadi catatan tersendiri dalam peragaan busana muslim. Apalagi jika koleksi yang akan ditampilkan sangatlah banyak dan modelnya harus berganti sampai tiga kali. Pergantian model dan busana dalam waktu singkat membuat model dan desainer tak punya cukup waktu untuk fitting baju di belakang panggung, sehingga mesti dilengkapi dengan jilbab cepat jadi.

Itang sendiri menampilkan koleksi yang cukup banyak, yakni total 90 set busana muslim wanita hari itu. Entah karena saking banyaknya, ada satu dua yang jilbabnya kemudian dililit dan menampilkan kesan modern.

Pada awalnya, penampilan tersebut terjadi karena diburu oleh waktu yang singkat supaya jeda peragaan tidak terlalu lama. Kebetulan, koleksi yang hari itu ia hadirkan lebih fokus pada busana, bukan jilbab. Kalaupun kemudian ada yang menganggap itu modern look, kembali pada putusan masing-masing untuk mengenakannya. Lagi-lagi, Itang menegaskan kalau look untuk show-nya hari itu bukan tampilan total dari atas sampai ke bawah, tapi ada juga jilbab cepat jadi karena tuntutan pergelaran.

Langganan berita!

Foto: hijab. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dina
Yuuhu.info, INDUSTRI fesyen muslim Indonesia memang kian hari terus mengalami peningkatan. Tak heran jika wacana menjadikan pusat mode busana muslim pun seolah bukan hal yang mustahil.


detail berita

Hal ini pun diakui desainer papan atas Tanah Air, Itang Yunasz. Menurutnya, busana muslim di Indonesia jauh lebih stylist dibanding dengan negara lain.

"Saya rasa Indonesia menjadi tuan rumah busana muslim adalah bukan hal yang tidak mungkin," tutur Itang Yunasz saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Mei 2013.

"Karena enggak ada busana muslim lain di luar negeri yang bervariasi seperti di Indonesia," imbuhnya.

Kendati begitu, Itang juga mengingatkan ada berbagai hal yang tetap harus diperhatikan oleh pelaku industri ini dalam mengenalkan busana muslim dari Indonesia.

"Jangan sampai memberi info yang salah tentang busana muslim, karena saya melihat sekarang sudah terlalu berlebihan," tutupnya.

Langganan berita!

Foto: irna mutiara. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dina
Yuuhu.info, AJANG Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) keempat akan digelar pada 30 Mei-2 Juni 2013. Beragam acara pun menjadi suguhan menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Menghadiri IIFF, Anda tidak hanya dimanjakan dengan beragam produk muslimah terkini dari berbagai perancang dan ratusan UKM dari berbagai daerah. Di luar itu, Anda pun bisa mengikuti beragam seminar fashion yang bisa memberikan pengetahuan baru di bidang mode.

Hal itu seperti dipaparkan Irna Mutiara, Ketua Panitia IIFF kepada Okezone secara eksklusif di Jakarta, belum lama ini.




“Akan ada seminar tren 2014, ada pula kompetisi Lomba Rancang Busana Muslim yang sudah berjalan dan nanti tinggal finalnya di mana ada 10 finalis,” tuturnya.

Pengadaan seminar tersebut, sambung Irna, diharapkan bisa menjadi jembatan untuk mengedukasi para pelaku mode khususnya yang masih pemula.

“Pelaku industri itu kan ada orang-orang yang baru, pengusaha-pengusaha baru yang tidak memiliki latar belakang fashion. Mereka tentu butuh ilmu. Kita berikan ruangnya dan biarkan mereka menggali ilmu dari para senior, sehingga mereka pun punya kekuatan basic dan pengembangan yang terarah dalam bisnisnya. Jadi, kelangsungan usaha pun lebih bagus,” katanya menutup obrolan.

Langganan berita!

Foto: Ferry Sunarto& model. ©2013 yuuhu.info
Oleh: Dina
Yuuhu.info, DESAINER andal Ferry Sunarto akan menampilkan koleksinya dalam sebuah acara di Jerman. Tak tanggung-tanggung, sebuah karyanya bahkan dibeli oleh putri dari kerajaan di negara tersebut.

 

Membawa kebaya sebagai inspirasi fashion dunia sudah menjadi angan-angan dari Ferry Sunarto. "Saya ingin kebaya sama seperti cheongsam dan kimono yang jadi inspirasi bagi banyak desainer dunia," tutur Ferry dalam konferensi pers yang berlangsung di butiknya, Jalan Ciniru VI, Senopati, Jakarta Selatan, Senin 20 Mei 2013.

Mimpi ini agaknya akan segera jadi kenyataan. Sebab, dirinya terpilih menjadi desainer yang koleksinya akan ditampilkan dalam acara Landpartie Schloss Buckerburg, Jerman.

Tak hanya itu saja, sebuah kebaya miliknya bahkan telah dibeli oleh Princess Nadja Anna Zsoek.

"Saya mempelajari terlebih dahulu seperti apa karakter Princess Anna, untungnya dia menyukai kebaya saya," sambung Ferry.

Keinginan Princess Anna membeli rancangannya sangat dihargai oleh desainer asal Kota Kembang ini.

"Ini bukan sekedar sponsor, tapi kalau orang membeli karya kita, artinya dia suka," jelasnya.

Ferry menyiapkan sebuah gaun bersiluet kebaya dengan warna salmon. Dia juga membuat rancangannya bernuansa romantis dengan pemakaian lace dan sutra organdi . Gaun tersebut akan dikenakan Princess Anna pada makan malam bersama tamu VIP yang digelar pada 31 Mei mendatang.

Langganan berita!

Foto: koleksi Handy Hartono. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Eno
Yuuhu.info, Fashion and Food Festival (JFFF) 2013 rupanya menjadi ajang bagi para desainer untuk merilis koleksi baru. Handy Hartono, misalnya, yang meluncurkan second label bernama Batik Boy.
Bila batik biasanya diproduksi di atas kain sutra maupun katun, Handy Hartono mencoba untuk berbeda.

"Saya terinspirasi untuk mencoba sesuatu yang lain. Sepertinya baru kali ini batik dibuat di atas kain linen," tuturnya pada Okezone, di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (16/5/2013).




Label kedua miliknya ini diproduksi di daerah sentra batik, Pekalongan. "Kebetulan pengrajin saya memang ada di sana," sambungnya.

Dari segi desain, Handy berusaha membuat batiknya lebih modern. Koleksinya pun diperuntukkan bagi pria dan wanita untuk segala suasana. Mulai kemeja, kaus, gaun koktail hingga night gown.

Pemilihan nama label Batik Boy juga bukan tanpa alasan. "Sebenarnya Boy itu adalah nama anjing saya. Saya pilih nama itu juga karena modern," tutupnya. Koleksi Handy Hartono dibanderol mulai Rp100 ribu hingga Rp3 juta.

Langganan berita!

Foto: zainal songket. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Eno
Yuuhu.info, kain tradisional Palembang masih menjadi daya tarik tersendiri bagi Zainal Songket. Sebanyak 12 koleksi terbarunya kembali ditampilkan dalam ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2013.
Membicarakan kain songket Palembang, rasanya tak bisa lepas dari eksistensi Zainal Songket. Setelah 35 tahun berkarya, Zainal masih setia menggeluti kain daerah asalnya, Palembang, Sumatera Selatan.




Eksotika dari kain tradisi juga kembali dipamerkan dalam ajang JFFF 2013.

"Koleksi ini saya beri nama ‘Warna Sriwijaya’. Secara keseluruhan, desainnya kali ini lebih simpel," tutur Zainal saat berbincang dengan Okezone di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (16/5/2013).

Kepiawaiannya dalam mengolah membuat songket menjadi tak terkesan berat.

"Saya ingin songket yang biasanya hanya digunakan sebagai sarung atau selendang, jadi lebih fleksibel," sambungnya.

Sejumlah koleksnya kental dengan warna emas, perak, dan merah, khas bumi Sriwijaya.

"Untuk detail, saya juga menggunakan payet dan lempengan Palembang," tutupnya.

Langganan berita!

Foto: taruna k k. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Eno
Yuuhu.info, warna dan motif yang berkesan norak diprediksi menjadi salah satu tren 2014.

Setiap tahun, tren senantiasa berkembang. Sebagai salah satu negara yang industri kreatifnya tengah bangkit, Indonesia juga menelurkan tren tersendiri.

"Tren sangat memengaruhi industri kreatif. Oleh karena itu, penting untuk mengerti caranya membaca tren atau decoding tren," tutur Taruna K Kusmayadi, Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam seminar Trend Forecast 2014, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (16/5/2013).

Konsultan desain BD+A Design juga merilis riset trend forecasting untuk tahun depan. "Ada empat tema dalam tren 2014, antara lain Demotic, Sagacity, Cardiomind, dan Asylum," urai Irvan Noeman, pendiri BD+A Design.

Adalah subtema Kirstch Garden yang merupakan bagian dari Sagacity. Warna-warna cerah dan berkesan "tabrak" menjadi komponen pengisinya.

"Trennya tidak lagi sekadar tabrak warna, tapi lebih cenderung norak. Inspirasinya dari kesenian yang berkesan childish dan norak," sambung Dina Midiani, pengajar dan perancang busana.

Cutting pun bisa terlihat asimetris dan tidak sempurna. "Ada sisi naif dan noraknya. Jahitannya pun kesannya tidak rapi, tapi itulah bagian dari inspirasinya," tutup Dina.

Langganan berita!

Foto: Better Button-Down. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Regina
Yuuhu.info, Bayangkan jika Anda bisa pakai baju tanpa repot mencuci atau menyetrikanya setiap saat. Meskipun terdengar tidak mungkin, ternyata sekarang memang ada kemeja yang bisa dipakai selama 100 hari tanpa dicuci sama sekali.

Perusahaan Wool and Prince adalah pihak yang memperkenalkan kemeja tersebut. Menurut desainernya, kemeja buatannya bisa dipakai 100 kali tanpa dicuci dan tidak akan meninggalkan bau atau kusut. Kemeja tersebut bahkan sudah terjual jauh di atas target selama satu minggu sejak dirilis.

Mac Bishop, sebelumnya sudah mencoba Better Button-Down (nama kemeja ciptaannya) selama 100 hari berturut-turut. Ia juga sempat berolahraga dan melakukan aktivitas lain.

Better Button-Down sendiri terbuat dari kain wool yang bisa menangkal bau badan dan tidak menyerapnya seperti katun atau sutra. Serat-serat sutra juga sulit rusak dan cenderung kembali ke bentuk semula, demikian menurut Bishop.

Sebagaimana dilansir dari The Daily News, kemeja Better Button-Down dibanderol seharga USD 98 atau sekitar Rp 950 ribu. Tertarik membelinya?

Better Button-Down


Langganan berita!

Foto: Gaun pengantin dari label kemasan roti. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dina
Yuuhu.info, Seorang mempelai wanita di Australia memilih kostum pernikahan yang cukup unik dan tidak biasa. Dengan menggunakan 10 ribu label kemasan roti yang didapat dari keluarga dan teman, Stephanie Watson pun rela menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyulapnya jadi gaun pengantin yang cantik.

"Aku suka desain yang menantang dan berpikir gaun pernikahan adalah pakaian yang tepat untuk didesain!" aku Watson, seperti yang dikutip dari Yahoo (23/04).

Ia dan suaminya, Will, memang sudah mengumpulkan label kemasan roti sejak pertama kali bertemu. Mereka pun menargetkan jika label kemasan roti itu sudah cukup untuk membuat sebuah gaun, keduanya akan menikah.

Butuh 10 tahun bagi Watson dan Will untuk mengumpulkan 10 ribu label kemasan roti tersebut. Mereka pertama kali bertemu di kelas geografi saat SMA dan sama-sama melanjutkan kuliah jurusan desain.
Biaya yang dihabiskan Watson untuk membuat gaun pengantin dari 10 ribu label kemasan roti itu pun cukup murah. Hanya USD 38 atau sekitar Rp 370 ribu saja.

Gaun pengantin dari label kemasan roti

Watson memberi nama 'Nadine' gaun pernikahannya yang cantik. Lucunya, meskipun mendesain dan memakai gaun tersebut, Watson justru tidak menyarankan agar orang lain melakukan hal serupa.

"Rasanya tidak nyaman, jangan membuat gaun dari plastik. Aku kesulitan saat duduk karena beratnya mencapai 7 kg. Aku tak akan memakainya lagi. Gaun itu juga berisik karena label saling berbenturan saat aku berjalan," cerita Watson.

Sejak hari pernikahannya Januari lalu, Watson pun terus berkarya dan mengabarkan bahwa saat ini ia sudah positif hamil.

Langganan berita!

Foto: Stephanus Hamy. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dina
Yuuhu.info, Perancang yang dikenal setia mengolah wastra Indonesia, Stephanus Hamy, tampil sebagai pembuka event mode bertema "Fashiontastic EtnoNesia" yang digelar Pondok Indah Mall 2, Jakarta, Jumat (3/5/2013) lalu. Sebanyak 32 koleksi padupadan rancangan Hamy menggunakan kain tenun dari Nusa Tenggara Timur, khususnya daerah Sikka dan Sumba Timur.

"Kain yang dipakai adalah hasil modifikasi, motifnya sudah dicampur dan lebih sederhana. Koleksinya lebih untuk padupadan. Jadi ciri khasnya bisa dipadupadankan," jelas Sabena, asisten Stephanus Hamy kepada KompasFemale.

Pada pagelaran tersebut memang terlihat permainan mix and match kain tenun dengan celana kulot atau rok overlap yang tetap memberikan sentuhan feminin. Detail dimainkan pada payet warna emas dan aksesori bebatuan.

"Karena segmentasi pemakai busana ini adalah kaum perempuan usia 20 - 55 tahun, jadi kesan elegan dan feminin sangat kental. Koleksi ini memang ditujukan untuk wanita mapan dan karier," imbuhnya.

Mayoritas kain tenun NTT yang diolah Stephanus menghasilkan busana luar seperti blazer. Karena, blazer sangat mudah untuk dipadupadankan dengan jenis pakaian apa pun. Blazer pun dapat membuat si pemakai lebih berkarakter.

Secara keseluruhan, rancangan yang juga memadukan kain songket Bali dan tenun ikat ini simpel dan wearable. Jika tertarik pada koleksi Hamy, Anda bisa mendapatkannya di pameran di area North Skywalk lantai satu Pondok Indah Mall, Jakarta. Untuk koleksinya ini, Hamy mematok harga mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 7 juta.


Langganan berita!

Foto: Karya-karya stephanus. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dina
Yuuhu.info, Pondok Indah Mall kembali menggelar peragaan busana dalam rangka Fashiontastic dengan tema Etnonesia 2013. Peragaan busana digelar 3-12 Mei 2013 di atrium Pondok Indah Mall 2.

Pada peragaan busana hari pertama, desainer Stephanus Hamy menampilkan 32 set rancangannya. Rancangan yang ditampilkan merupakan padu padan kain lurik dan tenun NTT.

"Busana-busana ini dibuat lebih ringan dan bisa dipakai untuk anak muda bersantai dan bergaya kasual, atau untuk acara-acara resmi sedikit lebih mewah," ujar Sabena, asisten Stephanus Hamy, Jumat (3/5/2013) usai acara.

Dalam peragaan kali ini Stephanus Hamy tidak bisa hadir karena masih menjalani terapi atas sakitnya. Selain memeragakan karya Stephanus Hamy, Fashiontastic 2013 juga akan menampilkan karya Musa Widyatmojo, Ichwan Thoha, dan Jenahara.


Langganan berita!

Foto: Motif batik Iwan Tirta. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dina
Yuuhu.info, Desainer Era Soekamto tidak hanya mahir merancang busana, tapi juga berbisnis. Hampir 15 tahun ia jatuh bangun mengecap pengalaman sebagai perancang sekaligus pengusaha, hingga sekarang menjabat sebagai Direktur Kreatif Iwan Tirta Private Collection.

Dalam Festival Entrepreneur yang digelar di Jakarta, Kamis (2/5/2013), anggota aktif Indonesian Young Entrepreneur ini berbagi cerita dan pengalamannya. Semua berawal dari kecintaan terhadap bidang yang dia geluti, yakni fashion. Seiring berjalan waktu, ia dihadapkan pada realita bahwa ia harus terjun ke dunia bisnis, tidak sekadar merancang busana.

"Banyak sekali momen yang saya lewati, dari usaha kecil di garasi, tidak punya PT, tidak paham hukum bisnis dan industri kreatif, tapi dari sana saya tertantang," katanya.

Dalam prosesnya, Era lalu banyak belajar mengenai seluk-beluk bisnis. Mengenal dan memahami ekspektasi pelanggan, rekan kerja, investasi, hingga bertumbuh dan berkembang.

Menurutnya, baik bisnis retail ataupun project khusus masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Ketika dihadapkan pada masalah modal yang besar, mau tidak mau harus ada partner dan investor.

"Yang paling dahsyat pernah ditipu orang sehingga mengalami kesulitan dalam keuangan, tapi lagi-lagi bangkit," ujarnya.

Saat itu Era menyadari kalau jalan sendiri mengurus semua bidang usaha dari A sampai Z akan sangat melelahkan. Apalagi yang ia ingin bangun adalah integritas dan kepercayaan. Karena itu brand Era Soekamto dan Urban Crew menjadi label yang dikelolanya dengan serius.

Tawaran Iwan Tirta
Mei tahun lalu, Era bergabung dan menjadi direktur kreatif dari Iwan Tirta Private Collection (ITPC). Ini merupakan salah satu impiannya sebagai pekerja kreatif. Katanya, meski pengalaman melakoni bisnis sendiri itu asik, bagaimana pun ada ilmu yang bisa disalurkan dengan maksimal begitu didampingi manajemen bisnis yang solid. Sehingga, dia bisa fokus.

Ketika Iwan Tirta meninggal dunia dua tahun lalu, karyanya makin mendapat apresiasi publik yang  lebih tinggi. Pembentukan manajemen mesti mengimbangi prinsip Iwan yang idealis.
"Di sini, saya melihat bahwa hasil yang dikeluarkan bukan hanya menjadi komoditas untuk jualan saja, tapi juga membawa nilai tambah, sejarah," ungkapnya.

Motif batik Iwan Tirta, kata Era, memuat sejarah yang bernilai bagi masyarakat. Jika mau melihat ke merek-merek mewah luar negeri yang ada, hampir semua menghargai titik sejarah yang beranjak dari keluarga kerajaan. Misalkan Louis Vuitton dengan kerajaan Perancis, atau Gucci dengan Monaco. Sedangkan Indonesia, sejarahnya erat dengan yang ada di dalam keraton.

"Batik di keraton dipakai untuk menghargai sejarah, yang dibuat sedemikian rupa sebagai medium dengan sang pencipta," paparnya.

Batik dulu memang hanya ada dalam tembok istana, tapi kemudian bisa menjadi visual communication atau kitab berjalan. Jadi, tidak sekadar dipakai saja.
"Tujuannya lalu bukan hanya untuk jualan, tapi juga sekaligus bermanfaat untuk menghargai budaya dan sejarah," tambahnya.

Ada lebih dari 10.000 motif warisan Iwan Tirta, dan Era mengenalkannya ke publik lewat koleksi yang ia namakan Royal Wisdom. Setiap motif punya kisah sendiri yang penuh makna.


Langganan berita!

Foto: Baju dari bahan sifon. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dina
Yuuhu.info, Baju dari bahan sifon (chiffon) dapat membuat penampilan terlihat chic dan feminin. Tubuh pun bisa terlihat lebih  ramping. Agar penampilan maksimal, simak tip bergaya dengan sifon ini.

Gaya santaiKarena bahannya yang nyaman, blus dari bahan sifon cocok untuk acara jalan-jalan bersama keluarga, sahabat, dan teman-teman di akhir pekan. Padukan blus sifon dengan loose trousers sehingga Anda akan memiliki ruang gerak yang lebih banyak. Jangan lupa tambahkan aksesori cantik seperti syal, gelang, dan anting-anting yang chic. Baju santai yang dikenakan tentunya akan tetap terlihat gaya.

Gaya femininBahan sifon yang memiliki kesan jatuh melambai juga akan membuat penampilan terlihat feminin. Padukan blus sifon dengan rok lipit. Gaya ini bisa membuat tampilan terlihat anggun. Tambahkan aksesori-aksesori yang manis untuk menambah kesan feminin. Untuk Anda yang berhijab, busana ini pun bisa dikenakan sebagai gaya andalan.

Gaya semi formalBlus bahan sifon pun dapat digunakan sebagai alternatif gaya ke kantor. Padukan dengan rok model peplum yang gaya dan blazer potongan pas badan. Ini bisa memberikan kesan formal dan profesional. Selain itu, Anda juga dapat memadukan blus sifon dengan celana bahan potongan lurus apabila tidak suka memakai rok ke tempat kerja. Jangan lupakan juga heels cantik untuk menghiasi kaki.

Agar baju sifon tetap awet:

Sifon sutra adalah bahan sifon yang paling halus dan ringan. Bahan itu hampir sama dengan poliester, hanya saja sifon sutra lebih mudah rusak jika tidak dicuci dengan tangan.
Untuk bahan rayon crepe, atau sering disebut sutra buatan, bahannya juga halus namun tidak stabil karena salah-salah justru bisa membuat bahan mengecil ketika dicuci. Mengetahui perbedaan bahan, akan membantu Anda memilih temperatur air dan perawatan yang tepat.

Jika busana bahan sifon dipenuhi dengan noda minyak akibat terciprat makanan, coba taburkan bedak di atas area tersebut untuk mencegah minyak membekas di bahan baju.

Jika bahan sifon terkena permen karet, segera cari es batu atau lilin untuk membuat permen karet menjadi kaku dan mudah dilepas. Cukup gosokkan es pada tempat yang terkena permen karet, dan tunggu sampai mengeras. Kemudian mulailah untuk mengangkat permen secara perlahan.

Untuk noda yang sulit dihilangkan seperti darah atau keringat, gunakan deterjen cair khusus untuk baju berbahan halus. Rendam dalam air suhu normal kurang lebih 30 menit, kemudian bilas.

Langganan berita!
List Profile Terbaru
top gossip
more stories

news seleb
latest news
photo sneak
have you read
news female
in the news
FILM news
news seleb
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news asian
in the news
FILM news
news asian
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news seleb
in the news
FILM news
more stories

top gossip
latest news
photo sneak
have you read
news asian
in the news
FILM news
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
have you read
photo sneak
latest news
photo sneak
photo sneak
top gossip
more stories

news seleb
news fashion
in the news
PERNAK PERNIK
recommended reading
  • KULINER
  • HEALT
  • TRAVEL
  • FASHION
  • FEMALE
  • LOVE
  • CANTIK
  • LIFESTYLE
  • YUNIK
  • FILM
HomeTentangKontakKetentuanDisclaimerMobileSite Map
© Copyright DBD :] 2012 - 2013 Some rights reserved
Hak cipta dilindungi oleh undang - undang
Proudly powered by www.yuuhu.info