BIOGRAFI
Nama Rustriningsih begitu populer di kalangan masyarakat Kebumen,
Jawa Tengah. Tentu saja karena ia dianggap sebagai srikandi pertama di
daerah itu. Ia merupakan Bupati Kebumen dua periode (2000-2005 dan
2005-2010) yang sukses mengantarkan Kebumen ke gerbang kesejahteraan
yang jauh lebih baik.
Kiprahnya di bidang politik dimulai saat dirinya masih kecil. Saat
itu, ayahnya merupakan politikus PNI. Setiap ada rapat, ia mengaku
selalu ikut mendengarkan. Bakat politik itu kemudian terus diasah hingga
jenjang S2. Selepasnya, ia menjabat sebagai ketua DPC PDI-P yang
kemudian mengantarkannya menjadi seorang bupati wanita pertama di
Kebumen.
Dalam kepemimpinannya, ia membuat pelayanan publik melalui program
radio dan SMS. Setiap pagi ia menyapa warga Kebumen untuk mendengarkan
keluh kesah mereka dan memberikan masukan serta solusi. Tak hanya itu,
ia juga membuka line SMS yang dibacanya secara pribadi. Tak ayal dalam
tiga tahun kepemimpinannya, Kebumen sudah diantarkan ke dalam gerbang
kesejahteraan.
Rustri (panggilan akrab Rustiningsih) dikenal banyak orang sebagai
wanita yang cerdas, cantik, dan pintar. Selama menjabat sebagai Bupati,
banyak sekali keberhasilan-keberhasilan yang berhasil dicapai. Salah
satunya adalah keberhasilan pembangunan infrastruktur yaitu jembatan
Karangbolong yang melintasi sungai Suwuk yang menjadi penghubung antara
kecamatan Puring dan kecamatan Ayah. Tak hanya itu, ia juga telah
memperbaiki jalur Cilacap serta jalur Adipala Cilacap-Bodo (total 87,25
kilometer) yang semula rusak kini menjadi beraspal.
Keberhasilan demi keberhasilan rupanya memihak pada lulusan Magister
Ilmu administrasi Negara, Universitas Gajah Mada. Dalam kepemimpinannya,
Rustri berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah yang semula hanya
mencapai Rp 6 milyar per tahun kini menjadi Rp 23 milyar. Selain itu,
dalam bidang pendidikan, ia dinilai berhasil dalam melakukan proyek
perbaikan sekolah-sekolah yang banyak ambruk karena bencana. Ia
mengungkapkan, dengan peran serta masyarakat yang ikut berpartisipasi
yakni membantu dalam dana perbaikan sekolah. Maka, pihaknya juga merasa
diringankan mengingat dana perbaikan per sekolah mencapai Rp 30 juta
sedangkan sekolah yang perlu diperbaiki ada ratusan.
Berkat kepemimpinannya yang komunikatif dan dekat dengan rakyat, pada
tahun 2005-2010 ia kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Kebumen dan
kembali memenangkan pemilukada. Namun, sayang ia hanya menjabat sampai
tahun 2008 lantaran pada tahun itu dirinya ikut mencalonkan diri sebagai
Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Bibit Waluyo dan berhasil
terpilih. Pengalaman dan kecerdasannya dalam memimpin sebagai Bupati dua
periode membuat rakyat Jawa Tengah yakin dan akhirnya menjatuhkan
pilihan pada istri Soni Achmad Saleh Ashar ini.
Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, ibu tiga anak ini mengawali
dengan mengadakan konsolidasi jajaran birokrasi pemerintah provinsi
terkait pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada APBD murni atau
perubahan. Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa kebijakan-kebijakan
mengenai model komunikasi mempengaruhi pola kepemimpinannya nantinya.
Baru-baru ini ia menyatakan gagasannya mengenai adanya pusat
pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat di kabupaten Kebumen. Hal
itu dikemukakan saat dirinya bertandang pada salah satu penyandang cacat
yang pernah memenangi Kick Andy Heroes 2012, Irma Suryati. Ia
menjelaskan bahwa, nantinya penyandang cacat akan bisa mandiri dengan
adanya tempat pelatihan khusus penyandang cacat. Berbicara mengenai
pemasaran, Rustri menyebutkan bahwa dirinyalah yang akan mengurus
pemasaran keset yang telah dihasilkan oleh penderita difabel ini.
Oleh: Atiqoh Hasan