
Foto: Luthfi Hasan Ishaaq. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Rudi
Yuuhu.info, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan upaya penyegelan dan penyitaan
atas lima mobil diduga hasil pencucian uang tersangka kasus suap
pengurusan kuota impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, berdasarkan
atas keterangan saksi Ahmad Zaky. Tetapi sayang, saat hendak diminta
menunjukkan lima kendaraan itu, Zaky malah kabur.
"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ahmad Zaky, kemudian tim penyidik bersama Zaky mendatangi kantor DPP PKS. Menurut informasi dia, mobil VW Caravelle itu diparkir di sana," kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/5).
Saat itu, tim penyidik berjumlah sekitar empat sampai lima orang bersama Ahmad Zaky kemudian masuk ke gedung DPP PKS. Mereka menunjukkan surat penyitaan dari KPK dan identitas penyidik. Tetapi mereka dihadang oleh penjaga gedung.
"Upaya itu tidak berhasil. Dan ketika proses negosiasi kita berusaha persuasif, tapi penjaga di sana (DPP PKS) tidak kooperatif, dan tidak mengizinkan penyidik membawa atau menyita mobil. Sehingga dilakukanlah penyegelan," ujar Johan.
Bahkan, salah satu saksi, Ahmad Zaky, yang dibawa tim penyidik buat menunjukkan mobil-mobil, diduga hasil pencucian uang milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, kabur saat proses penyegelan pada Senin malam.
Situasi pun menjadi tegang. Akhirnya, sambung Johan, tim penyidik KPK memilih mundur, demi menghindari konflik. Mereka pun urung membawa mobil itu lantaran massa yang berdatangan makin banyak.
Pada Selasa siang, tim KPK kembali mendatangi kantor DPP PKS, guna menyita lima mobil itu. Tetapi, gerbang depan dan belakang gedung itu digembok. Alhasil, penyidik gagal masuk dan menyita mobil itu. Saat penyidik meminta mereka meneken berita acara penolakan penyitaan, para penjaga itu menolak.
Menurut kabar, demi menghalangi upaya penyitaan, semua ban kelima mobil itu sengaja dibuat kempes. Hal itu dilakukan buat menyulitkan proses penyitaan. Tetapi, saat dikonfirmasi, Johan mengaku tidak tahu.
Sampai saat ini belum diketahui kapan KPK bakal menyita lima mobil mewah, yang berada di parkiran gedung DPP PKS itu.
"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ahmad Zaky, kemudian tim penyidik bersama Zaky mendatangi kantor DPP PKS. Menurut informasi dia, mobil VW Caravelle itu diparkir di sana," kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/5).
Saat itu, tim penyidik berjumlah sekitar empat sampai lima orang bersama Ahmad Zaky kemudian masuk ke gedung DPP PKS. Mereka menunjukkan surat penyitaan dari KPK dan identitas penyidik. Tetapi mereka dihadang oleh penjaga gedung.
"Upaya itu tidak berhasil. Dan ketika proses negosiasi kita berusaha persuasif, tapi penjaga di sana (DPP PKS) tidak kooperatif, dan tidak mengizinkan penyidik membawa atau menyita mobil. Sehingga dilakukanlah penyegelan," ujar Johan.
Bahkan, salah satu saksi, Ahmad Zaky, yang dibawa tim penyidik buat menunjukkan mobil-mobil, diduga hasil pencucian uang milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, kabur saat proses penyegelan pada Senin malam.
Situasi pun menjadi tegang. Akhirnya, sambung Johan, tim penyidik KPK memilih mundur, demi menghindari konflik. Mereka pun urung membawa mobil itu lantaran massa yang berdatangan makin banyak.
Pada Selasa siang, tim KPK kembali mendatangi kantor DPP PKS, guna menyita lima mobil itu. Tetapi, gerbang depan dan belakang gedung itu digembok. Alhasil, penyidik gagal masuk dan menyita mobil itu. Saat penyidik meminta mereka meneken berita acara penolakan penyitaan, para penjaga itu menolak.
Menurut kabar, demi menghalangi upaya penyitaan, semua ban kelima mobil itu sengaja dibuat kempes. Hal itu dilakukan buat menyulitkan proses penyitaan. Tetapi, saat dikonfirmasi, Johan mengaku tidak tahu.
Sampai saat ini belum diketahui kapan KPK bakal menyita lima mobil mewah, yang berada di parkiran gedung DPP PKS itu.
Langganan berita!
|



















