
Foto: Peluncuran monorail di Madiun. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dion
Yuuhu.info, Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rencananya akan menggarap
proyek transportasi massal monorail di Jakarta untuk mengatasi masalah
kemacetan ibukota negara Indonesia ini. Konsorsium ini terdiri dari PT
Adhi Karya, INKA, LEN, Jasa Marga dan Telkom.
PT Adhi Karya menghabiskan dana sekitar Rp 3 miliar untuk proyek peluncuran percontohan monorail atau mock up monorail di Madiun. Padahal, mock up monorail ini belum dilengkapi dengan mesin dan onderdil lain.
"Sekitar Rp 3 miliar baru mock up, belum mesin dan tetek bengeknya," ucap Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan.
Kiswo mengatakan untuk membuat satu monorail lengkap dengan mesin dan semua tetek bengeknya akan menghabiskan dana sekitar Rp 10 miliar. Adhi Karya bersama konsorsium BUMN lainnya mengaku mampu membiayai monorail tanpa menggunakan dana APBN.
"Itu monorail satu biji lebih Rp 10 miliar," ucapnya.
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono sangat mendorong Kementerian BUMN dan konsorsium BUMN untuk melanjutkan proyek monorail di Jakarta maupun di bandara. Menurutnya monorail adalah salah satu transportasi yang sangat diperlukan untuk memecah kemacetan di pusat kota.
Bambang optimis, pengerjaan proyek monorail Jakarta akan selesai dalam waktu 3 tahun ke depan. Tahap pertama, monorail ini akan melayani perjalanan dari Bekasi Timur - Cawang, Cibubur - Cawang, Cawang - Kuningan.
"Sisi sistem jaringan apa yang sudah diusulkan konsorsium BUMN sesuai untuk menjadi angkutan di Jabodetabek. Akselerasi terus dan diharapkan paling lambat tiga tahun terwujud di Jakarta dan mengurangi kemacetan," tuturnya.
Namun sayangnya, peraturan yang memayungi proyek monorail Jakarta-Bekasi hingga saat ini belum kunjung keluar. Payung hukum dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tersebut masih dalam pembahasan di koordinasi tingkat kementerian.
Bambang mengatakan saat ini pihaknya dengan kementerian lainnya masih mengkoordinasikan Perpres tersebut, yaitu Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kemendagri.
"Sedang diproses, sesegera mungkin Perpres itu akan keluar," ujar Bambang.
Sementara itu, Dirut Adhi Karya sangat berharap agar perpres tersebut cepat dikeluarkan. Pihak Adhi Karya tidak bisa membangun monorail sebelum Perpres tersebut keluar.
"Menko yang koordinator dan data sudah lengkap. Tahun ini harus keluar," jelas Kiswo di tempat yang sama.
Walaupun regulasi pembangunan monorail belum keluar, Adhi Karya sebagai pimpinan konsorsium sudah meluncurkan mock up atau percontohan monorail di Madiun hari ini. Pihaknya sangat siap membangun monorail dan tinggal menunggu Perpres tersebut.
"Kita siap, Perpres keluar kita langsung bangun," jelasnya.
PT Adhi Karya menghabiskan dana sekitar Rp 3 miliar untuk proyek peluncuran percontohan monorail atau mock up monorail di Madiun. Padahal, mock up monorail ini belum dilengkapi dengan mesin dan onderdil lain.
"Sekitar Rp 3 miliar baru mock up, belum mesin dan tetek bengeknya," ucap Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan.
Kiswo mengatakan untuk membuat satu monorail lengkap dengan mesin dan semua tetek bengeknya akan menghabiskan dana sekitar Rp 10 miliar. Adhi Karya bersama konsorsium BUMN lainnya mengaku mampu membiayai monorail tanpa menggunakan dana APBN.
"Itu monorail satu biji lebih Rp 10 miliar," ucapnya.
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono sangat mendorong Kementerian BUMN dan konsorsium BUMN untuk melanjutkan proyek monorail di Jakarta maupun di bandara. Menurutnya monorail adalah salah satu transportasi yang sangat diperlukan untuk memecah kemacetan di pusat kota.
Bambang optimis, pengerjaan proyek monorail Jakarta akan selesai dalam waktu 3 tahun ke depan. Tahap pertama, monorail ini akan melayani perjalanan dari Bekasi Timur - Cawang, Cibubur - Cawang, Cawang - Kuningan.
"Sisi sistem jaringan apa yang sudah diusulkan konsorsium BUMN sesuai untuk menjadi angkutan di Jabodetabek. Akselerasi terus dan diharapkan paling lambat tiga tahun terwujud di Jakarta dan mengurangi kemacetan," tuturnya.
Namun sayangnya, peraturan yang memayungi proyek monorail Jakarta-Bekasi hingga saat ini belum kunjung keluar. Payung hukum dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tersebut masih dalam pembahasan di koordinasi tingkat kementerian.
Bambang mengatakan saat ini pihaknya dengan kementerian lainnya masih mengkoordinasikan Perpres tersebut, yaitu Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kemendagri.
"Sedang diproses, sesegera mungkin Perpres itu akan keluar," ujar Bambang.
Sementara itu, Dirut Adhi Karya sangat berharap agar perpres tersebut cepat dikeluarkan. Pihak Adhi Karya tidak bisa membangun monorail sebelum Perpres tersebut keluar.
"Menko yang koordinator dan data sudah lengkap. Tahun ini harus keluar," jelas Kiswo di tempat yang sama.
Walaupun regulasi pembangunan monorail belum keluar, Adhi Karya sebagai pimpinan konsorsium sudah meluncurkan mock up atau percontohan monorail di Madiun hari ini. Pihaknya sangat siap membangun monorail dan tinggal menunggu Perpres tersebut.
"Kita siap, Perpres keluar kita langsung bangun," jelasnya.
Langganan berita!
|



















