
Foto: uang. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Defri Putra
Yuuhu.info, Upaya untuk menghilangkan peredaran uang palsu terus ditingkatkan di
berbagai belahan dunia. Salah satunya, adalah dengan memasukkan RFID.
Seperti yang diketahui, RFID ini adalah chip pintar yang bisa dipasang di berbagai benda. Dengan alat ini, maka tindakan pencurian dan pemalsuan berbagai benda pun bisa ketahuan.
Dilansir oleh Mashable (4/5), cara ini pun mulai dilirik oleh para peneliti untuk mengurangi beredarnya uang palsu. Namun, karena sangat tipisnya uang dan mudah rusaknya chip RFID, inovasi ini seakan berhenti di tengah jalan.
Untungnya, para peneliti dari North Dakota State University tak patah arang. Melalui serangkaian uji coba, mereka akhirnya berhasil menanamkan chip ini ke dalam kertas.
Dengan begitu, maka kertas berisi RFID ini pun bisa digunakan untuk berbagai keperluan penting. Seperti untuk membuat uang, dokumen negara, dan dokumen-dokumen penting lainnya.
Untuk bisa membuat kertas tersebut, para peneliti terlebih dulu menggores kertas dengan plasma. Setelahnya, kertas diberi sinar laser agar chip dan antena yang sudah dipersiapkan bisa masuk.
Proses ini sendiri diyakini sangat murah dibandingkan dengan berbagai metode lain yang sedang diuji selama ini. Selain itu, pengerjaannya juga cukup cepat dan mudah.
Dengan begitu, para peneliti pun yakin temuan mereka kini sudah bisa diproduksi secara massal. "Teknologi ini sudah saatnya pergi dari lab dan mulai masuk ke industri," kata Val Marinov, pimpinan penelitian.
Seperti yang diketahui, RFID ini adalah chip pintar yang bisa dipasang di berbagai benda. Dengan alat ini, maka tindakan pencurian dan pemalsuan berbagai benda pun bisa ketahuan.
Dilansir oleh Mashable (4/5), cara ini pun mulai dilirik oleh para peneliti untuk mengurangi beredarnya uang palsu. Namun, karena sangat tipisnya uang dan mudah rusaknya chip RFID, inovasi ini seakan berhenti di tengah jalan.
Untungnya, para peneliti dari North Dakota State University tak patah arang. Melalui serangkaian uji coba, mereka akhirnya berhasil menanamkan chip ini ke dalam kertas.
Dengan begitu, maka kertas berisi RFID ini pun bisa digunakan untuk berbagai keperluan penting. Seperti untuk membuat uang, dokumen negara, dan dokumen-dokumen penting lainnya.
Untuk bisa membuat kertas tersebut, para peneliti terlebih dulu menggores kertas dengan plasma. Setelahnya, kertas diberi sinar laser agar chip dan antena yang sudah dipersiapkan bisa masuk.
Proses ini sendiri diyakini sangat murah dibandingkan dengan berbagai metode lain yang sedang diuji selama ini. Selain itu, pengerjaannya juga cukup cepat dan mudah.
Dengan begitu, para peneliti pun yakin temuan mereka kini sudah bisa diproduksi secara massal. "Teknologi ini sudah saatnya pergi dari lab dan mulai masuk ke industri," kata Val Marinov, pimpinan penelitian.
Langganan berita!
|



















