
Foto: Demo MRT. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Defri Putra
Yuuhu.info, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menawarkan
kepada warga Fatmawati yang menolak pembangunan Mass Rapid Transit (MRT)
untuk menjual propertinya, terkait kekhawatiran masyarakat akan
turunnya nilai properti.
Ahok menjelaskan bahwa Pemrov DKI meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PT Pembangunan Jaya atau PT Jakarta Propertindo (JakPro), agar menyediakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membeli properti di Lebak Bulus tersebut.
"Bukan saya pribadi yang mau beli. Bukan pemprov DKI yang beli, kita akan beli pakai BUMD. Kan kita punya BUMD properti, ada JakPro dan Pembangunan Jaya. CSR lah, BUMD," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (7/5).
Maka dari itu, Pemrov DKI meminta pengertian warga Fatmawati agar memberi kesempatan pemerintah untuk menunjukkan bahwa MRT memiliki dampak positif.
"Kita bisa go public kok, MRT. Butuh jalan setahun aja. Kalau bagus, kita bisa dapat saham, bisa jual saham, jual obligasi. Karena kita yakin pasti mahal, namanya ada MRT," jelasnya.
Sebelumnya, Ahok sangat yakin bahwa nilai properti di daerah Lebak Bulus ketika MRT mulai beroperasi akan meningkat. Apalagi di negara manapun, MRT tentunya memiliki TOD (Transit Oriented Development). Di mana pada TOD akan terdapat tata ruang campuran yaitu seperti pemukiman, perkantoran, apartemen, pusat belanja, fasilitas hiburan, olahraga, kesehatan, dan lainnya. Sehingga malah bisa menguntungkan masyarakat.
"Kita punya PT MRT. Di seluruh dunia, MRT itu selalu berikut dengan properti TOD. Mending tinggal di Lebak Bulus udara bersih, enggak ada banjir. Kalau di sana, mau air pasang seberapapun, Monas tenggelam juga nggak nyampe," ujar Ahok.
Ahok menjelaskan bahwa Pemrov DKI meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PT Pembangunan Jaya atau PT Jakarta Propertindo (JakPro), agar menyediakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membeli properti di Lebak Bulus tersebut.
"Bukan saya pribadi yang mau beli. Bukan pemprov DKI yang beli, kita akan beli pakai BUMD. Kan kita punya BUMD properti, ada JakPro dan Pembangunan Jaya. CSR lah, BUMD," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (7/5).
Maka dari itu, Pemrov DKI meminta pengertian warga Fatmawati agar memberi kesempatan pemerintah untuk menunjukkan bahwa MRT memiliki dampak positif.
"Kita bisa go public kok, MRT. Butuh jalan setahun aja. Kalau bagus, kita bisa dapat saham, bisa jual saham, jual obligasi. Karena kita yakin pasti mahal, namanya ada MRT," jelasnya.
Sebelumnya, Ahok sangat yakin bahwa nilai properti di daerah Lebak Bulus ketika MRT mulai beroperasi akan meningkat. Apalagi di negara manapun, MRT tentunya memiliki TOD (Transit Oriented Development). Di mana pada TOD akan terdapat tata ruang campuran yaitu seperti pemukiman, perkantoran, apartemen, pusat belanja, fasilitas hiburan, olahraga, kesehatan, dan lainnya. Sehingga malah bisa menguntungkan masyarakat.
"Kita punya PT MRT. Di seluruh dunia, MRT itu selalu berikut dengan properti TOD. Mending tinggal di Lebak Bulus udara bersih, enggak ada banjir. Kalau di sana, mau air pasang seberapapun, Monas tenggelam juga nggak nyampe," ujar Ahok.
Langganan berita!
|



















