
Foto: Marc Marquez, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Defri Putra
Yuuhu.info, Pemenang MotoGP Spanyol pada hari Minggu (5/5) lalu, Dani Pedrosa
berpendapat bahwa senggolan yang dialami Marc Marquez dan Jorge Lorenzo
di tikungan Sirkuit Jerez merupakan insiden balap biasa.
Marquez yang nyaris sepanjang balapan berada di posisi ketiga, berusaha menerobos sisi dalam Lorenzo pada tikungan terakhir. Keduanya pun bersenggolan dan menyebabkan Lorenzo melebar. Marquez sukses merebut posisi kedua, sementara Lorenzo harus puas finis ketiga.
Insiden kontroversial ini membuat Lorenzo marah dan menolak berjabat tangan dengan Marquez usai balap. Namun Marquez telah meminta maaf atas peristiwa tersebut.
"Ketika dua pebalap memperebutkan posisi di tikungan terakhir, salah satu di antaranya akan merasa senang dan yang lainnya kecewa. Namun untung saja mereka berdua tidak terjatuh. Saya rasa Marc tak berusaha sengaja melakukannya, tetapi hal ini sudah biasa terjadi di dunia balap," ujar Pedrosa.
Pebalap berusia 26 tahun ini juga menjelaskan bahwa manuver dan insiden tersebut sudah kerap terjadi di tempat yang sama.
"Pada tahun 2005, hal ini terjadi pada Valentino Rossi dan Sete Gibernau, sedangkan pada tahun 1996 Mick Doohan dan Alex Criville yang mengalaminya. Begitulah tikungan terakhir. Inilah Jerez, dan sudah kerap kali terjadi," tutupnya.
Tidak seperti Criville yang harus gagal finis, Lorenzo dan Gibernau masih bisa melewati garis finis dan meraih podium.
Marquez yang nyaris sepanjang balapan berada di posisi ketiga, berusaha menerobos sisi dalam Lorenzo pada tikungan terakhir. Keduanya pun bersenggolan dan menyebabkan Lorenzo melebar. Marquez sukses merebut posisi kedua, sementara Lorenzo harus puas finis ketiga.
Insiden kontroversial ini membuat Lorenzo marah dan menolak berjabat tangan dengan Marquez usai balap. Namun Marquez telah meminta maaf atas peristiwa tersebut.
"Ketika dua pebalap memperebutkan posisi di tikungan terakhir, salah satu di antaranya akan merasa senang dan yang lainnya kecewa. Namun untung saja mereka berdua tidak terjatuh. Saya rasa Marc tak berusaha sengaja melakukannya, tetapi hal ini sudah biasa terjadi di dunia balap," ujar Pedrosa.
Pebalap berusia 26 tahun ini juga menjelaskan bahwa manuver dan insiden tersebut sudah kerap terjadi di tempat yang sama.
"Pada tahun 2005, hal ini terjadi pada Valentino Rossi dan Sete Gibernau, sedangkan pada tahun 1996 Mick Doohan dan Alex Criville yang mengalaminya. Begitulah tikungan terakhir. Inilah Jerez, dan sudah kerap kali terjadi," tutupnya.
Tidak seperti Criville yang harus gagal finis, Lorenzo dan Gibernau masih bisa melewati garis finis dan meraih podium.
Langganan berita!
|



















