
Foto: Foxconn. ©2013 yuuhu.info
Reporter: Dion
Yuuhu.info, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui peredaran telepon seluler
selundupan tidak bisa hanya menggunakan pendekatan pidana dan penyitaan.
Menurut penilaiannya, pengembangan industri dalam negeri merupakan
strategi yang lebih jitu.
Gita mengatakan maraknya barang elektronik selundupan tidak lepas dari tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Namun karena pasokan dari dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan, akhirnya sebagian pengusaha mendatangkan produk ilegal tanpa surat-surat.
"Konsumsi (produk elektronik) besar, tapi konsumsi ini tidak diisi dengan produk buatan dalam negeri, akhirnya justru mengonsumsi barang ilegal," ungkapnya selepas sidak produk impor di ITC Roxy Mas, Jakarta Barat, Selasa (8/5).
Untuk membangkitkan geliat produksi ponsel dalam negeri, Gita menilai investasi pabrik perakitan asal Taiwan, Foxconn sangat strategis. Ekspansi perakit produk-produk Apple Inc itu diprediksi menurunkan harga jual produk di Tanah Air.
"Kita harus bangun pabrik di sini, sudah mulai salah satunya Foxconn, dia sudah menjalin kerja sama di mitra lokal di Pulau Jawa," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian M.S Hidayat maupun Kepala BKPM Chatib Basri enggan mengungkap siapa mitra lokal yang sudah digaet pabrikan Taiwan itu. Perkembangan terakhir, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi memastikan Foxconn sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal. "Foxconn sudah dengan Erajaya," ungkapnya.
Foxconn sebetulnya hendak memulai pembangunan pabrik di akhir 2012, namun rencana itu mundur lantaran mereka gagal mendapatkan rekanan lokal yang sesuai. Jika terlaksana, nilai investasi Foxconn diperkirakan mencapai USD 10 miliar.
Selain Foxconn, Gita berharap produsen ponsel lokal mendapat dukungan pemerintah. Caranya melalui skema bantuan pendanaan bagi pengusaha dalam negeri yang berniat membangun pabrik di Indonesia.
"Untuk mendukung (produksi ponsel dalam negeri) tentu perlu pendanaan dan sosialisasi dan memberikan peluang-peluang bisnis. Yang pasti semangat industrialisasi harus dikedepankan, jangan hanya diisi dengan barang impor," kata Gita.
Gita mengatakan maraknya barang elektronik selundupan tidak lepas dari tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Namun karena pasokan dari dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan, akhirnya sebagian pengusaha mendatangkan produk ilegal tanpa surat-surat.
"Konsumsi (produk elektronik) besar, tapi konsumsi ini tidak diisi dengan produk buatan dalam negeri, akhirnya justru mengonsumsi barang ilegal," ungkapnya selepas sidak produk impor di ITC Roxy Mas, Jakarta Barat, Selasa (8/5).
Untuk membangkitkan geliat produksi ponsel dalam negeri, Gita menilai investasi pabrik perakitan asal Taiwan, Foxconn sangat strategis. Ekspansi perakit produk-produk Apple Inc itu diprediksi menurunkan harga jual produk di Tanah Air.
"Kita harus bangun pabrik di sini, sudah mulai salah satunya Foxconn, dia sudah menjalin kerja sama di mitra lokal di Pulau Jawa," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian M.S Hidayat maupun Kepala BKPM Chatib Basri enggan mengungkap siapa mitra lokal yang sudah digaet pabrikan Taiwan itu. Perkembangan terakhir, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi memastikan Foxconn sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal. "Foxconn sudah dengan Erajaya," ungkapnya.
Foxconn sebetulnya hendak memulai pembangunan pabrik di akhir 2012, namun rencana itu mundur lantaran mereka gagal mendapatkan rekanan lokal yang sesuai. Jika terlaksana, nilai investasi Foxconn diperkirakan mencapai USD 10 miliar.
Selain Foxconn, Gita berharap produsen ponsel lokal mendapat dukungan pemerintah. Caranya melalui skema bantuan pendanaan bagi pengusaha dalam negeri yang berniat membangun pabrik di Indonesia.
"Untuk mendukung (produksi ponsel dalam negeri) tentu perlu pendanaan dan sosialisasi dan memberikan peluang-peluang bisnis. Yang pasti semangat industrialisasi harus dikedepankan, jangan hanya diisi dengan barang impor," kata Gita.
Langganan berita!
|



















